Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Peternakan

PT SOW Dorong Modernisasi Peternakan Babi Lewat Genetika dan Biosecurity

2026-09-28 17:06 WIB · aindari · 👁 889 dibaca

PT Sulawesi Optima Wirakarya menggandeng DanBred untuk mengembangkan bibit babi unggul yang disertai penguatan manajemen peternakan dan biosecurity.

PT Sulawesi Optima Wirakarya atau PT SOW menempatkan pengembangan genetika sebagai salah satu langkah untuk memperkuat daya saing industri babi di Indonesia. Perusahaan itu mendorong modernisasi peternakan melalui kombinasi bibit unggul, tata kelola kandang yang lebih maju, serta penerapan biosecurity secara terpadu.

Presiden Direktur PT SOW Andreas Surjaputra menyampaikan bahwa perusahaan bekerja sama dengan DanBred, perusahaan genetika ternak asal Denmark. Kolaborasi tersebut diarahkan pada pengembangan DanBred Hybrid/F1, yaitu hasil persilangan DanBred Landrace dan DanBred Yorkshire. Menurut Andreas, kualitas indukan menjadi faktor penting agar peternak dapat membangun produktivitas yang lebih stabil dalam jangka panjang.

Bibit DanBred Hybrid/F1 disebut memiliki sejumlah potensi produksi. Materi genetik ini dapat menghasilkan sedikitnya 14 anak pada kelahiran pertama, memiliki tingkat inseminasi buatan minimal 80 persen, efisien dalam penggunaan pakan, mampu menyesuaikan diri dengan kondisi tropis, dan memiliki masa produktif yang panjang. PT SOW melihat kombinasi karakter tersebut sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi peternak dan industri.

Dari pihak DanBred, Key Account Manager Henrik Nielsen menjelaskan bahwa pengembangan genetika perusahaan didukung pengalaman lebih dari satu abad dalam targeted breeding. DanBred juga menggunakan basis data genetika yang telah mencatat lebih dari 34 juta data points sejak 1991. Ia menyebut penggunaan genetika tersebut dapat membantu peternak meningkatkan produktivitas, memperbaiki efisiensi pakan, serta memperoleh nilai ekonomi melalui kemajuan genetik yang terus diperbarui.

Penerapan genetika itu dilakukan melalui Batu Likupang Integrated Farm atau BLIF di Sulawesi Utara. Fasilitas ini menjadi bagian dari ekosistem peternakan yang dikembangkan PT SOW. Selain pemilihan bibit, proses produksi juga memperhitungkan faktor lingkungan, manajemen, nutrisi, kesehatan, dan kesejahteraan hewan agar performa ternak tetap terjaga di wilayah beriklim tropis.

Technical Service Manager DanBred Southeast Asia Ariel Peregrino menilai penguatan manajemen kandang, termasuk biosecurity, tidak dapat dipisahkan dari sistem produksi. Ia menyampaikan pandangan itu di sela International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exhibition atau ILDEX Indonesia 2026 di Tangerang, Banten. Berdasarkan pengalaman di Filipina, babi dapat menunjukkan performa baik di iklim tropis bila dikelola dengan tepat, bahkan produktivitas hingga 37 anak sapih per induk per tahun dapat dicapai. Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi pengembangan breeding di Indonesia dengan penyesuaian terhadap kondisi setempat.

Tag: peternakan babi, genetika ternak, PT SOW, DanBred, biosecurity