Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

Airlangga Soroti Lompatan AI dan Robotika China di WAIC Shanghai

2026-07-18 17:03 WIB · aindari · 👁 647 dibaca

Airlangga Hartarto menilai Indonesia perlu mempercepat pengembangan AI, robotika, dan energi terbarukan setelah melihat pameran teknologi di Shanghai.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai Indonesia perlu bergerak lebih cepat dalam pengembangan kecerdasan buatan dan robotika. Pandangan itu ia sampaikan setelah meninjau sejumlah stan dalam World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai World Expo Exhibition and Convention Center, Shanghai, Sabtu.

Airlangga melihat kemajuan China dalam penerapan AI dan robotika sudah berada pada level yang sangat maju. Menurut dia, Indonesia harus mengejar perkembangan tersebut, terutama karena teknologi robotik kini semakin fleksibel dan dapat digunakan untuk berbagai jenis pekerjaan. Ia juga menyoroti pentingnya agar Indonesia tidak tertinggal dalam sektor energi terbarukan.

Kunjungan itu dilakukan dalam rangkaian WAIC 2026 yang berlangsung pada 17–20 Juli 2026. Ajang ini digelar sejak 2018 dan dikenal sebagai salah satu forum besar untuk kecerdasan buatan, komputasi cerdas, serta kecerdasan berwujud. Pada tahun ini, kegiatan berlangsung di tiga lokasi di Shanghai dengan menghadirkan 1.400 pembicara dari China dan negara lain, termasuk sembilan peraih Nobel dan Turing Award, serta pelaku industri dan pembuat kebijakan.

Pameran WAIC 2026 juga menjadi ruang unjuk teknologi bagi 1.100 perusahaan. Mereka menampilkan sekitar 3.000 produk dan teknologi, dengan lebih dari 300 di antaranya diperkenalkan secara global untuk pertama kali. Airlangga mengatakan temuan dari pameran tersebut, bersama hasil pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping, Menteri Perdagangan China Wang Wentao, dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi, akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pameran itu, Airlangga sedikitnya mendatangi tiga stan. Salah satunya Unitree Robotics, perusahaan robotika asal Hangzhou yang berdiri pada 2016. Perusahaan ini mengembangkan, memproduksi, dan menjual robot berkaki serta humanoid untuk pasar konsumen dan industri. Produk Unitree mencakup robot berkaki empat seri Go, A, dan B, serta robot humanoid H1, G1, dan H2. Pada 2026, Unitree menampilkan robot G1 dan H2 dengan aksi kung fu otonom, termasuk backflip, parkour, dan koreografi Drunken Fist.

Stan lain yang dikunjungi adalah Deep Robotics, perusahaan robotika berbasis Hangzhou yang berdiri pada 2017. Fokusnya berada pada sistem robotika, komponen inti, robot berkaki empat, dan humanoid untuk industri, otomasi, serta riset. Produk utamanya, seri Jueying, dirancang untuk inspeksi jaringan listrik, pencarian dan penyelamatan, serta pemantauan area berbahaya.

Airlangga juga meninjau Connected and Intelligent Technologies Co., Ltd. atau CICT, BUMN di bawah China Information Technology Group. Perusahaan yang berdiri pada 2012 itu bergerak di kendaraan cerdas terhubung dan transportasi pintar. CICT mengembangkan standar teknis, produk, serta pasar untuk C-V2X, kolaborasi kendaraan dan jalan, konektivitas cerdas, mengemudi otonom, dan kokpit pintar.

Tag: AI, robotika, WAIC 2026, China, teknologi