Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Mesir Minta Iran Hentikan Serangan terhadap Arab Saudi

2026-10-13 22:00 WIB · aindari · 👁 760 dibaca

Kairo mendorong Teheran mengutamakan diplomasi dan mencegah konflik Yaman meluas menjadi eskalasi regional.

Mesir meminta Iran segera menghentikan seluruh serangan yang menyasar wilayah Arab Saudi. Seruan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty kepada Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam percakapan telepon pada Selasa, menurut Kementerian Luar Negeri Mesir.

Kedua pejabat membahas perkembangan terbaru di kawasan, peningkatan ketegangan, serta upaya diplomatik untuk meredakan situasi. Abdelatty menilai serangan terhadap Arab Saudi tidak dapat dibenarkan dan mendesak semua pihak mengambil langkah untuk menurunkan ketegangan.

Dalam pembicaraan tersebut, Abdelatty memperingatkan bahwa eskalasi yang meluas dapat mengancam keamanan dan stabilitas, baik di negara-negara kawasan maupun di luar kawasan. Ia menyerukan agar penyelesaian politik dan diplomatik ditempatkan sebagai prioritas, termasuk dengan mendorong Iran dan Amerika Serikat kembali melakukan perundingan serta dialog.

Menurut Menlu Mesir, diplomasi merupakan jalur utama untuk menyelesaikan perselisihan yang masih berlangsung dan mencegah kawasan terjerumus lebih jauh ke dalam ketidakstabilan. Kantor berita Iran Fars juga melaporkan percakapan itu. Laporan tersebut menyebut kedua menteri bertukar pandangan mengenai perkembangan kawasan, termasuk situasi di Yaman dan berbagai upaya meredakan ketegangan.

Seruan Kairo muncul setelah Mesir, Turki, Pakistan, dan Arab Saudi pada Minggu menerbitkan pernyataan bersama yang mengecam serangan terhadap Arab Saudi. Keempat negara menyatakan dukungan terhadap langkah yang sah dari Riyadh untuk menghadapi dan mencegah serangan. Pernyataan itu dikeluarkan setelah serangan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menewaskan 13 orang dan melukai 309 lainnya.

Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir menghadapi serangkaian serangan terhadap bandara dan fasilitas sipil di tengah meningkatnya konfrontasi dengan Houthi. Eskalasi tersebut mulai terjadi pada Juli, setelah periode yang relatif tenang menyusul gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan berlaku sejak April 2022. Pada September, Kairo menyatakan keamanan nasional Mesir dan Arab Saudi saling terkait serta tidak terpisahkan, sekaligus memperingatkan bahwa serangan Houthi yang berkelanjutan berisiko memperluas ketegangan regional.

Konflik di Yaman berlangsung sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Situasi itu kemudian mendorong koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Tag: Mesir, Iran, Arab Saudi, Yaman, Houthi