Bali Bidik Emisi Nol Bersih pada 2040 lewat Percepatan Energi Bersih
2026-10-14 06:06 WIB · aindari · 👁 886 dibaca

Pemprov Bali mempercepat peralihan energi dan elektrifikasi transportasi untuk mengejar target emisi nol bersih sebelum 2045.
Pemerintah Provinsi Bali menilai target emisi nol bersih di Pulau Dewata berpeluang tercapai lebih cepat dari sasaran 2045. Gubernur Bali Wayan Koster menyebut pencapaian itu bahkan dapat diwujudkan sekitar 2040, dengan mengandalkan perubahan sistem kelistrikan, perluasan energi surya, serta penggunaan kendaraan listrik.
Langkah awal transisi kelistrikan dilakukan melalui kesepakatan Pemprov Bali dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta PT PLN. Dalam kesepakatan tersebut, Bali tidak lagi memperoleh tambahan pasokan listrik dari PLTU Paiton di Jawa Timur dan diarahkan beralih menuju sumber energi yang lebih bersih.
Kebutuhan listrik Bali akan dipenuhi secara bertahap melalui pembangunan pembangkit berbahan bakar gas berkapasitas total 1.550 megawatt. Pembangunan itu dijadwalkan berlangsung mulai 2026 hingga 2031. Di saat yang sama, pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya akan diperluas setelah Bali mendapat kuota PLTS sebesar 1.000 megawatt. Pembangkit berbahan bakar batu bara dan diesel ditargetkan berhenti beroperasi secara bertahap, dengan batas penyelesaian paling lama lima tahun ke depan.
Kebijakan daerah juga diarahkan untuk mempercepat penggunaan energi terbarukan. Pemasangan PLTS atap menjadi salah satu persyaratan dalam memperoleh persetujuan bangunan gedung. Pemprov Bali bersama pemerintah kabupaten dan kota menyepakati bahwa izin bagi bangunan baru tidak diterbitkan jika pemohon belum menerapkan PLTS, kendaraan listrik, pengurangan plastik sekali pakai, dan pengelolaan sampah berbasis sumber.
Pada sektor transportasi, pemerintah mendorong pemakaian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk menekan emisi dari konsumsi batu bara dan minyak. Gubernur menyatakan percepatan kebijakan ini berpotensi mengurangi sekitar 90 persen emisi yang bersumber dari kedua bahan bakar tersebut. Ia juga mengakui pelaksanaan transformasi energi dapat menghadapi tekanan dari pihak yang kepentingannya terdampak, tetapi pemerintah menyatakan akan tetap melanjutkannya.
Komite Pengarah Koalisi Bali Emisi Nol Bersih Suzanty Sitorus menilai target sebelum 2045 masuk akal. Ia menyebut adopsi kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai 17 persen dari total penjualan kendaraan baru, lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat, meski masih tertinggal dari beberapa negara ASEAN. Menurutnya, kenaikan harga bensin dan antrean panjang dapat mendorong peralihan masyarakat, sementara karakter Bali sebagai wilayah kepulauan memudahkan pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum. Infrastruktur pengisian daya perlu diperluas dengan teknologi yang sesuai kebutuhan, termasuk untuk bus listrik, kendaraan roda dua, dan angkutan logistik.
Tag: Bali, emisi nol bersih, energi bersih, kendaraan listrik, PLTS