Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

China Tegaskan Dukungan bagi Negara Palestina dalam Pertemuan di Baku

2026-10-16 06:02 WIB · aindari · 👁 934 dibaca

Wang Yi dan Varsen Aghabekian membahas penguatan hubungan bilateral serta pentingnya penyelesaian konflik Palestina melalui solusi dua negara.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan kembali dukungan Beijing terhadap pembentukan dua negara Palestina dan Israel dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Palestina Varsen Aghabekian di Baku, Azerbaijan. Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Konferensi Interaksi dan Tindakan Membangun Kepercayaan di Asia (CICA) pada 15 Oktober 2026.

Wang mengatakan China akan mengajak negara-negara yang mendukung perdamaian untuk memperkuat dorongan terhadap penyelesaian masalah Palestina secara menyeluruh, adil, dan berkelanjutan. Menurut dia, China termasuk negara pertama yang mengakui Palestina dan memiliki hubungan persahabatan yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Ia menilai kemitraan strategis China-Palestina terus berkembang. Beijing, kata Wang, siap bekerja sama dengan Palestina untuk memperdalam kepercayaan strategis dan memperluas hubungan bilateral. Wang juga menyebut persoalan Palestina sebagai salah satu konflik internasional paling lama berlangsung dan persoalan ketidakadilan historis besar sejak Perang Dunia II.

Wang memperingatkan bahwa perdamaian dan stabilitas jangka panjang di Timur Tengah akan sulit tercapai tanpa penyelesaian yang adil. Ia menilai ketegangan yang masih berlangsung di kawasan telah menambah hambatan bagi upaya penyelesaian konflik. Menurutnya, persoalan Palestina tidak boleh diabaikan, sementara sekitar dua juta warga Palestina di Gaza masih menghadapi kondisi yang sangat berat.

Dalam pertemuan itu, Varsen memaparkan perkembangan terbaru mengenai Palestina dan meminta masyarakat internasional tidak menggunakan standar ganda. Ia menyampaikan penghargaan atas dukungan politik China di berbagai forum multilateral, bantuan kemanusiaan untuk Gaza, serta sikap Beijing dalam mendukung pemulihan hak nasional rakyat Palestina. Palestina, menurut Varsen, ingin mempererat hubungan dengan China dan berharap Beijing memainkan peran lebih besar dalam mendorong solusi dua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika keamanan di Palestina masih memburuk. Pada Minggu, 11 Oktober, lima warga Palestina, termasuk seorang anak, dilaporkan tewas akibat tembakan tentara Israel di Jalur Gaza. Pada malam yang sama, sebuah drone Israel disebut menembakkan sedikitnya satu rudal ke stasiun pengisian daya telepon seluler di Al-Buraq, sebelah barat Khan Younis, Gaza selatan. Sejak gencatan senjata Hamas-Israel berlaku pada Oktober 2025, serangan Israel dilaporkan menewaskan 1.488 orang. Kementerian Kesehatan Gaza menyebut total korban sejak 7 Oktober 2023 mencapai 74.250 tewas dan 175.278 luka-luka. PBB menilai kondisi kemanusiaan di Gaza tetap parah akibat kehancuran luas, terganggunya layanan medis, serta kesulitan memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar.

Tag: China, Palestina, solusi dua negara, Gaza, Timur Tengah