Kadin Indonesia dan Senegal Perluas Kolaborasi Investasi hingga Perbankan
2026-10-17 06:06 WIB · aindari
Kesepakatan baru Kadin Indonesia dan UNCCIAS mencakup investasi, perdagangan, pengiriman barang, serta perbankan, sekaligus mendorong pembukaan akses usaha di Afrika Barat.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperbarui kemitraan dengan Persatuan Nasional Kamar Dagang, Industri, dan Pertanian Senegal (UNCCIAS) untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Perjanjian tersebut ditandatangani di Menara Kadin, Jakarta, pada Jumat sore, sebagai pengembangan dari kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
Ketua Komite Tetap Wilayah Afrika Kadin Indonesia Mintardjo Halim mengatakan kerja sama yang diperbarui itu mencakup beberapa bidang utama, yakni investasi, perdagangan, pengiriman barang, dan perbankan. Kemitraan antarkamar dagang tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan bagi perusahaan Indonesia yang menjalankan kegiatan usaha di Senegal.
Menurut Mintardjo, pelaku usaha Indonesia dapat berkoordinasi dengan UNCCIAS apabila menghadapi persoalan saat berinvestasi di negara tersebut. Dukungan dari mitra lokal itu dinilai penting untuk membantu perusahaan memahami serta menangani berbagai kendala dalam kegiatan bisnisnya.
Peluang kerja sama Indonesia dengan Senegal dan negara-negara Afrika Barat juga terbuka di sektor pertanian, pengolahan pangan, manufaktur, barang konsumsi, dan logistik. Namun, Kadin menilai hubungan dagang kawasan tersebut masih menghadapi hambatan karena perjanjian perdagangan bilateral Indonesia dengan negara-negara Afrika masih terbatas. Tarif masuk yang tinggi dan pembatasan perdagangan berpotensi mengurangi daya saing produk dari kedua wilayah.
Karena itu, Kadin mendorong pemerintah mempercepat pembahasan perjanjian perdagangan dengan negara-negara Afrika, baik dalam bentuk Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) maupun Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA). Penurunan tarif dan hambatan perdagangan dinilai dapat menciptakan kondisi yang lebih mendukung bagi pertumbuhan perdagangan Indonesia-Afrika Barat.
Koordinator Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dakar, Alex Rudini Sulaiman, mengajak perusahaan Indonesia mempertimbangkan investasi di sektor industrialisasi, terutama di Senegal. Produksi barang secara lokal berpotensi membantu menekan biaya produksi. Sejumlah perusahaan Indonesia disebut telah menunjukkan minat, termasuk PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk yang sedang menjalankan studi kelayakan. Sementara itu, PT Bakrie & Brothers Tbk telah berinvestasi di perkebunan sawit Guinea dan berencana memperluas kerja sama ke bidang pertambangan. Forum bisnis tersebut diharapkan menjadi awal bagi kemitraan yang lebih luas antara pelaku usaha Indonesia dan Afrika Barat.
Tag: Kadin Indonesia, Senegal, Investasi, Afrika Barat, Perdagangan