Jakarta Diperkenalkan sebagai Destinasi Edukasi bagi Calon Pemimpin Australia
2026-10-17 17:04 WIB · aindari · 👁 369 dibaca
Kementerian Pariwisata membawa 43 peserta program kepemimpinan Australia mengenal warisan budaya, sejarah, dan isu keberlanjutan di Jakarta.
Kementerian Pariwisata memperkenalkan Jakarta kepada wisatawan Australia melalui program familiarization trip yang memadukan perjalanan, pembelajaran, dan pengenalan warisan budaya. Kegiatan bertajuk “Wonderful Indonesia Edu-Familiarization Trip: Where Heritage Meets a Sustainable Future” ini diarahkan untuk memperkuat promosi Indonesia di pasar wisata edukasi internasional.
Program tersebut diikuti 43 peserta Westpac Australia-Asia Fellowship (WAAF) Leadership Residential Program. Mereka merupakan bagian dari University of Tasmania (UTAS) dan Westpac Scholars Trust. Kunjungan berlangsung pada 4-7 Oktober 2026, dengan rangkaian agenda yang mengangkat identitas Indonesia, perubahan, serta pengaruh regionalnya.
Kementerian Pariwisata berharap pengalaman langsung di Jakarta dapat mendorong para peserta membagikan pemahaman positif tentang Indonesia di lingkungan akademik dan profesional mereka. Destinasi yang diperkenalkan mencakup Masjid Istiqlal serta kawasan Kota Tua, sehingga peserta tidak hanya melihat objek wisata, tetapi juga memperoleh konteks sejarah dan budaya di baliknya.
Pada 5 Oktober, peserta mengikuti sesi In-Conversation dan diskusi panel bersama sejumlah ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional. Setelah itu, mereka menjalani tur berpemandu di Masjid Istiqlal dan berjalan kaki menyusuri Kota Tua, termasuk kawasan Kali Besar serta Lapangan Fatahillah. Agenda hari tersebut ditutup dengan jamuan makan malam formal di House of Tugu yang mempertemukan peserta dengan akademisi, pakar, dan pemangku kepentingan Indonesia melalui pengalaman budaya dan kuliner Nusantara.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada 6 Oktober melalui pengarahan di Kedutaan Besar Australia, kunjungan ke Sekretariat ASEAN, dan kehadiran dalam resepsi ASEAN Emerging Leaders. CEO Westpac Scholars Trust dan Westpac Foundation Amy Lyden menilai pertemuan langsung dengan tokoh serta pakar Indonesia, ditambah penjelajahan warisan budaya Jakarta, dapat memperluas pemahaman peserta. Menurutnya, perpaduan edukasi, minat khusus, warisan budaya, dan isu keberlanjutan juga berpotensi membuka kerja sama antara perguruan tinggi serta mitra di Australia.
Kegiatan ini sekaligus membawa kampanye Go Beyond Ordinary yang dikembangkan Kementerian Pariwisata. Kampanye tersebut menawarkan perjalanan yang melampaui pola wisata konvensional dengan menekankan eksplorasi budaya, pembelajaran, dan keterhubungan dengan isu global. Pendekatan itu diharapkan menarik wisatawan yang mencari pengalaman lebih autentik, mendalam, dan bermakna, sekaligus memberi nilai tambah bagi destinasi yang dikunjungi.
Tag: Jakarta, wisata edukasi, wisatawan Australia, warisan budaya, Go Beyond Ordinary