Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Gaya Hidup

Di Balik Gemerlap Makau, Ada Pilihan Wisata yang Ramah Muslim

2026-10-17 17:06 WIB · aindari · 👁 437 dibaca

Perjalanan empat hari di Makau memperlihatkan berkembangnya pilihan kuliner halal dan fasilitas yang memudahkan wisatawan Muslim.

Makau kerap dikenal melalui kasino, hotel mewah, dan kawasan resor yang dipenuhi cahaya hingga malam. Namun, pengalaman selama perjalanan empat hari bersama AirAsia dan Macao Government Tourism Office (MGTO) menunjukkan sisi lain kota tersebut. Di sela pusat hiburan dan kemewahan, wisatawan dapat menemukan pilihan makanan halal serta toko oleh-oleh yang menyediakan produk bagi pelancong Muslim.

Ketersediaan fasilitas semacam itu menjadi pertimbangan penting bagi wisatawan Muslim ketika menyusun rencana perjalanan. Di sejumlah kawasan wisata utama, restoran dengan konsep ramah Muslim mulai lebih mudah dijumpai. Kondisi ini berpotensi membuat perjalanan terasa lebih nyaman, terutama bagi pengunjung yang perlu memastikan makanan sesuai dengan kebutuhan keagamaannya.

Salah satu pengalaman tersebut muncul ketika rombongan menjelajahi kawasan Reruntuhan St. Paul’s pada hari kedua. Ruins of St. Paul’s merupakan sisa fasad gereja dari abad ke-17 yang menjadi ikon Makau dan bagian dari situs Warisan Dunia UNESCO. Tempat ini juga merekam pertemuan pengaruh budaya Barat dan Timur, sekaligus menjadi salah satu tujuan yang ramai dikunjungi wisatawan.

Area di sekitar reruntuhan dipenuhi jalan kecil untuk pejalan kaki, toko suvenir, kedai makanan, serta bangunan dengan nuansa kolonial. Tidak jauh dari sana, tepatnya di Rua de São Domingos Nomor 1, terdapat MinM Plaza. Toko ini berada di dekat St. Dominic’s Church dan dapat dicapai dalam beberapa menit dari Senado Square.

MinM Plaza menyediakan area khusus dengan penanda “Halal”. Di bagian tersebut, wisatawan dapat menemukan sejumlah camilan khas Makau, termasuk egg rolls, almond cookies, dan Lisbon blossom cookies. Penataan ini membantu pengunjung mengenali produk yang ditujukan bagi konsumen Muslim tanpa perlu memeriksa seluruh rak toko satu per satu.

Meski demikian, label pada area khusus itu tidak otomatis berlaku untuk semua barang yang dijual MinM Plaza. Wisatawan tetap perlu memeriksa komposisi, sertifikasi, dan keterangan pada kemasan sebelum membeli. Ketelitian tersebut penting karena hanya produk tertentu yang ditempatkan di area berlabel halal.

Perkembangan pilihan kuliner dan oleh-oleh tersebut memperlihatkan bahwa Makau menawarkan pengalaman di luar hiburan malam dan resor. Kota ini berupaya menjadi destinasi yang lebih inklusif bagi wisatawan dengan latar budaya dan agama yang beragam, termasuk melalui informasi produk dan layanan yang lebih mudah dikenali.

Tag: Makau, wisata halal, wisatawan Muslim, kuliner, MinM Plaza