Kerusuhan Meluas di Prancis: 1.200 Orang Ditahan dan 150 Aparat Cedera Usai Protes Biaya Hidup
2026-10-18 17:01 WIB · aindari · 👁 396 dibaca
Aksi protes menentang lonjakan inflasi di Prancis berujung bentrokan hebat yang menyebar ke berbagai wilayah, meninggalkan jejak kerusakan berupa kendaraan hangus, toko-toko dijarah, dan ratusan korban dari kedua pihak.
Gelombang protes besar mengguncang Prancis pada 17 Oktober 2026 ketika ribuan warga turun ke jalan di berbagai kota untuk menyuarakan kemarahan terhadap melambungnya biaya hidup. Aksi yang semula merupakan demonstrasi damai itu berubah menjadi kerusuhan luas, memaksa aparat keamanan bertindak keras. Perdana Menteri Sébastien Lecornu mengonfirmasi bahwa sedikitnya 1.200 orang diamankan dan 150 anggota kepolisian mengalami luka-luka selama rangkaian kejadian tersebut.
Bentrokan antara massa dan petugas keamanan pecah di sejumlah titik, tidak hanya di ibu kota Paris tetapi juga di wilayah-wilayah lain di seluruh negeri. Demonstran dan polisi terlibat dalam konfrontasi yang diwarnai kekerasan, sementara aksi penjarahan turut memperparah situasi. Sejumlah lokasi juga mengalami kebakaran yang menghanguskan kendaraan dan merusak properti warga.
Di Paris, dampak kerusuhan terlihat jelas keesokan harinya pada Minggu, 18 Oktober 2026. Bangkai kendaraan yang hangus terbakar berserakan di sejumlah ruas jalan. Di Place de la République, patung bersejarah "Monument à la République" tampak dikenakan rompi kuning oleh para demonstran — sebuah simbol yang mengingatkan pada gerakan protes serupa di masa lalu. Warga yang melintas tampak mendokumentasikan pemandangan kerusakan tersebut.
Para pemilik usaha kecil menjadi pihak yang turut menanggung dampak kerusuhan. Sejumlah toko mengalami kerusakan akibat aksi perusakan dan penjarahan. Pada hari Minggu, para pedagang terlihat membersihkan bagian depan toko mereka yang porak-poranda, berupaya memulihkan kondisi usaha mereka setelah malam yang penuh kekacauan.
Lonjakan inflasi menjadi pemicu utama kemarahan publik yang meledak dalam demonstrasi berskala nasional ini. Tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat luas mendorong mereka mengambil langkah turun ke jalan, meskipun aksi tersebut pada akhirnya diwarnai kekerasan yang merugikan banyak pihak. Peristiwa ini menjadi salah satu gelombang protes terbesar yang dihadapi pemerintahan Lecornu, dengan jumlah penangkapan dan korban luka yang signifikan dari sisi aparat maupun warga sipil.
Insiden ini menambah catatan panjang ketegangan sosial di Prancis terkait isu ekonomi. Skala kerusuhan yang meluas ke berbagai wilayah menunjukkan bahwa ketidakpuasan terhadap kondisi perekonomian bukan sekadar persoalan lokal, melainkan sentimen yang dirasakan secara merata di seluruh negeri. Pemerintah Prancis kini menghadapi tekanan ganda: menangani tuntutan ekonomi masyarakat sekaligus memulihkan ketertiban pasca-kerusuhan yang meninggalkan kerusakan luas.
Tag: unjuk rasa Prancis, biaya hidup, kerusuhan Paris, inflasi Eropa, Sébastien Lecornu