UNICEF Laporkan Ratusan Anak Gaza Tewas dan Terluka sejak Gencatan Senjata
2026-10-18 19:01 WIB · aindari · 👁 893 dibaca

UNICEF menyebut serangan masih berlangsung di Gaza setelah gencatan senjata diumumkan, sementara ratusan ribu anak tetap mengungsi dan membutuhkan bantuan.
Jenewa - UNICEF melaporkan lebih dari 340 anak tewas dan ratusan lainnya terluka di Jalur Gaza sejak gencatan senjata diumumkan. Keterangan itu disampaikan juru bicara UNICEF Ricardo Pires dalam konferensi pers di Kantor PBB di Jenewa pada Jumat (16/10). Ia mengatakan serangan masih terjadi meskipun penghentian permusuhan telah diberlakukan dan blokade tetap membatasi kehidupan warga di wilayah tersebut.
Dalam dua pekan terakhir, tujuh anak dilaporkan meninggal akibat serangan, terdiri atas lima anak laki-laki dan dua anak perempuan. Sedikitnya 33 anak juga mengalami luka serius. Dua anak lain kemudian meninggal karena cedera yang mereka derita. Data tersebut menambah jumlah korban anak sejak pengumuman gencatan senjata menjadi lebih dari 340 orang tewas, dengan korban luka mencapai ratusan anak.
Situasi pengungsian juga terus membebani anak-anak. UNICEF memperkirakan sekitar 800.000 anak masih kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar menetap di tenda atau bangunan yang rusak akibat pengeboman. Sekitar 60.000 anak disebut telah kehilangan satu atau kedua orang tua selama perang atau sejak gencatan senjata mulai diberlakukan. Hampir seluruh anak di Gaza, menurut Pires, memerlukan dukungan kesehatan mental untuk menghadapi dampak konflik.
Anak-anak Gaza kini memasuki musim dingin keempat dalam kondisi yang masih tidak aman. Perbaikan ketahanan pangan setelah gencatan senjata disebut baru berlangsung secara terbatas, sedangkan perang tetap memengaruhi hampir seluruh kegiatan sehari-hari. Banyak layanan penting belum kembali beroperasi, dan dana bantuan yang tersedia masih jauh di bawah kebutuhan kemanusiaan.
Di bidang pendidikan, lebih dari 560.000 anak telah kembali mengikuti kegiatan belajar sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025. Proses tersebut berlangsung, antara lain, melalui lebih dari 200 pusat pembelajaran yang mendapat dukungan UNICEF. Namun, kelanjutan layanan pendidikan dan pemulihan anak tetap menghadapi hambatan akibat kerusakan fasilitas, pengungsian, serta keterbatasan sumber daya.
Secara terpisah, juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tarik Jašarević mengatakan satu evakuasi medis dari Gaza telah dilakukan pada 12 Oktober. WHO menegaskan komitmennya membantu evakuasi pasien agar mereka dapat memperoleh perawatan khusus yang belum tersedia di Jalur Gaza. Langkah itu berlangsung ketika layanan kesehatan penting di wilayah tersebut masih belum sepenuhnya berjalan dan kebutuhan kemanusiaan terus meningkat.
Tag: Gaza, UNICEF, anak-anak, gencatan senjata, evakuasi medis