Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Mesir Siapkan Persetujuan Parlemen untuk Dukung Pertahanan Arab Saudi

2026-10-18 20:00 WIB · aindari · 👁 680 dibaca

Sidang darurat parlemen digelar setelah Presiden Abdel Fattah al-Sisi menyatakan kesiapan mengambil langkah yang diminta Riyadh, termasuk kemungkinan misi militer.

Parlemen Mesir menggelar sidang luar biasa pada Minggu untuk membahas bentuk dukungan kepada Arab Saudi di tengah meningkatnya serangan kelompok Houthi dari Yaman. Salah satu agenda yang menjadi perhatian ialah kemungkinan pengerahan pasukan Mesir apabila Riyadh secara resmi memintanya.

Sidang berlangsung di ibu kota administratif baru Mesir dan dipimpin Ketua Parlemen Hisham Badawi. Pertemuan itu diselenggarakan atas permintaan Presiden Abdel Fattah al-Sisi, yang sehari sebelumnya menyatakan bahwa Mesir siap mengambil tindakan apa pun untuk membantu Saudi mempertahankan kedaulatan serta keamanan nasionalnya.

Al-Sisi juga meminta parlemen menyiapkan persetujuan apabila Saudi mengajukan permintaan dukungan. Berdasarkan Pasal 152 Konstitusi Mesir, presiden tidak dapat menyatakan perang atau mengirim militer untuk menjalankan misi tempur di luar negeri tanpa lebih dahulu mempertimbangkan pandangan Dewan Pertahanan Nasional dan memperoleh dukungan sedikitnya dua pertiga anggota parlemen.

Aturan internal parlemen menetapkan bahwa keputusan tersebut harus diambil melalui sidang darurat tertutup. Sidang hanya dapat digelar atas permintaan presiden setelah berkonsultasi dengan Dewan Pertahanan Nasional. Ketentuan itu menjadi dasar pembahasan parlemen mengenai opsi bantuan terhadap Arab Saudi.

Sebelum sidang parlemen berlangsung, Dewan Pertahanan Nasional yang dipimpin al-Sisi menyatakan dukungan penuh bagi Riyadh. Dewan tersebut menyatakan kesiapan Mesir menyediakan bantuan yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan stabilitas Arab Saudi, melindungi sumber daya serta wilayahnya, dan mengamankan situs-situs suci umat Islam. Menurut dewan, keamanan Saudi memiliki keterkaitan langsung dengan kepentingan nasional Mesir dan keamanan kawasan Arab.

Selain membahas dukungan keamanan, Dewan Pertahanan Nasional memutuskan untuk meneruskan dan memperkuat jalur politik serta diplomatik bersama mitra regional dan internasional. Upaya itu diarahkan untuk menurunkan ketegangan dan mendorong penyelesaian damai atas krisis yang sedang berlangsung.

Ketegangan meningkat ketika Houthi terus meluncurkan rudal dan drone ke arah Arab Saudi. Koalisi yang dipimpin Saudi dan mendukung pemerintahan Yaman yang diakui komunitas internasional juga memperluas operasi militernya terhadap Houthi dalam beberapa hari terakhir, termasuk serangan udara ke wilayah yang dikuasai kelompok tersebut, seperti Sanaa. Houthi kemudian mengancam memperbesar serangan, termasuk terhadap fasilitas migas di Arab Saudi.

Tag: Mesir, Arab Saudi, Houthi, Yaman, Timur Tengah