Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Politik

Parlemen Iran Menetapkan Mehrdad Akhlaqi sebagai Menteri Pertahanan Baru

2026-10-18 20:01 WIB · aindari · 👁 483 dibaca

Mehrdad Akhlaqi Ketabchi mendapat dukungan mayoritas parlemen Iran setelah sebelumnya menjabat pejabat senior di sektor pertahanan dan industri dirgantara.

Parlemen Iran menyetujui Mehrdad Akhlaqi Ketabchi sebagai menteri pertahanan baru dalam sidang yang berlangsung melalui konferensi video pada Minggu. Lembaga penyiaran negara IRIB melaporkan, Akhlaqi memperoleh 237 suara dukungan dan 15 suara penolakan. Tidak ada anggota yang memilih abstain, dari total 277 suara yang diberikan.

Persetujuan itu diberikan setelah parlemen mendengar pandangan anggota yang mendukung maupun menolak pencalonannya. Para anggota juga menelaah rencana kerja yang diajukan Akhlaqi untuk memimpin Kementerian Pertahanan Iran. Ia mengisi posisi yang ditinggalkan Aziz Nasirzadeh, yang meninggal dalam serangan awal Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Sebelum pengangkatan definitif tersebut, Majid Ebn al-Reza menjalankan tugas sebagai pelaksana menteri pertahanan. Pergantian kepemimpinan ini berlangsung ketika hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berada dalam kondisi tegang akibat serangan serta ancaman lanjutan di kawasan.

Dalam pernyataan pertamanya setelah memperoleh persetujuan parlemen, Akhlaqi menyatakan bahwa Iran telah menyiapkan langkah untuk menghadapi kemungkinan penggunaan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast atau MOAB oleh Amerika Serikat. Senjata tersebut dikenal luas dengan julukan “Mother of All Bombs”. Menurut Akhlaqi, kesiapan Iran menjadi salah satu alasan Washington belum menggunakan bom itu.

Akhlaqi juga menyampaikan peringatan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai keselamatan pasukan AS jika Washington melancarkan serangan. Ia mengisyaratkan bahwa serangan semacam itu dapat menimbulkan korban di pihak militer Amerika saat pasukan tersebut meninggalkan kawasan. Ia menambahkan, keadaan akan berubah apabila ancaman penggunaan bom benar-benar diwujudkan.

Sebelum pemungutan suara, Akhlaqi memperingatkan bahwa Iran akan memberikan balasan besar jika Amerika Serikat dan Israel kembali menyerang. Ia menyatakan Washington serta sekutunya harus menanggung konsekuensi yang mungkin muncul pada tingkat regional dan internasional. Akhlaqi juga mengatakan dirinya telah berada dalam daftar pembunuhan musuh-musuhnya selama 35 tahun.

Sebagai menteri baru, Akhlaqi berjanji memperkuat “front perlawanan” yang menjadi istilah Iran. Programnya mencakup perluasan produksi pertahanan di seluruh jaringan industri nasional, peningkatan riset, serta penataan ulang struktur kementerian agar sesuai dengan ancaman keamanan saat ini. Akhlaqi sebelumnya memimpin Organisasi Industri Dirgantara Iran dan pernah dijatuhi sanksi Amerika Serikat karena keterkaitannya dengan aktivitas program rudal Iran.

Tag: Iran, Mehrdad Akhlaqi, Kementerian Pertahanan, Amerika Serikat, Israel