DPRD DKI Dorong Penanganan Asap Karhutla Berbasis Kerja Sama Antarwilayah
2026-10-18 06:04 WIB · aindari · 👁 925 dibaca

Hardiyanto Kenneth meminta Jakarta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah lain, sembari tetap mengendalikan sumber polusi dari dalam kota.
Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mendorong penanganan dampak asap kebakaran hutan dan lahan dilakukan melalui kerja sama lintas wilayah. Menurut dia, langkah tersebut diperlukan apabila kajian lembaga terkait memastikan asap dari kebakaran di luar Jakarta ikut memengaruhi kualitas udara ibu kota.
Ia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomunikasi dengan pemerintah pusat serta daerah yang menjadi lokasi kebakaran atau turut terdampak. Bentuk kerja sama itu dapat mencakup pertukaran informasi, peningkatan pemantauan, dan dukungan untuk mencegah maupun memadamkan kebakaran di wilayah asal asap.
Kenneth menilai respons tidak boleh berhenti setelah asap mencapai Jakarta. Pengawasan di kawasan yang rawan terbakar, pencegahan pembukaan lahan dengan cara membakar, penindakan terhadap pembakaran ilegal, dan pemulihan area yang mudah terbakar perlu dijalankan sebagai satu rangkaian kebijakan. Upaya di sumber kebakaran, kata dia, harus berjalan bersamaan dengan perlindungan warga yang berada di wilayah terdampak.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa pencemaran udara Jakarta tidak hanya berkaitan dengan asap karhutla. Emisi kendaraan, aktivitas industri, debu dari proyek konstruksi, dan sumber polutan lain di dalam kota juga perlu dikendalikan. Ia mengusulkan pengawasan emisi diperkuat, kepatuhan terhadap aturan lingkungan ditingkatkan, debu di lokasi pembangunan ditekan, dan penggunaan transportasi umum didorong.
Menurut Kenneth, beragam sumber pencemar dapat memengaruhi kualitas udara pada waktu yang sama. Karena itu, identifikasi penyebab harus dilakukan berdasarkan pengukuran dan analisis ilmiah agar kebijakan yang diterapkan tidak keliru sasaran.
Ia juga meminta Pemprov DKI menyiapkan peringatan dini yang terhubung dengan tindakan kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan DKI perlu berkoordinasi dengan puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lain untuk mengantisipasi bertambahnya keluhan pernapasan ketika kualitas udara menurun. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga dengan gangguan pernapasan dan penyakit jantung dinilai perlu mendapat perhatian utama.
Sebelumnya, BMKG menjelaskan bahwa citra satelit dapat menunjukkan keberadaan dan pergerakan asap di atmosfer, tetapi belum otomatis menggambarkan kadar polutan yang berada di permukaan dan terhirup warga. Asap di Pulau Jawa terpantau bergerak ke arah tenggara hingga barat. Pemantauan lanjutan masih dibutuhkan untuk memastikan apakah kadar asap di Jakarta meningkat di dekat permukaan atau hanya melintas di lapisan atmosfer atas. Jika pengukuran menunjukkan kondisi berisiko, masyarakat perlu mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, memakai masker yang sesuai untuk menekan paparan partikel halus, dan mengikuti arahan resmi pemerintah.
Tag: karhutla, Jakarta, kualitas udara, DPRD DKI, kesehatan masyarakat