Tanker Terbakar Setelah Diduga Menabrak Ranjau di Selat Hormuz
2026-10-19 13:00 WIB · aindari · 👁 453 dibaca
IRGC menyebut kapal tanker itu mengalami ledakan di ruang mesin setelah menggunakan jalur selatan yang dianggap tidak resmi.
Sebuah kapal tanker minyak terbakar di bagian selatan Selat Hormuz setelah diduga menghantam ranjau laut. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyampaikan laporan itu pada Minggu malam, 18 Oktober, waktu setempat. Insiden terjadi ketika kapal tersebut berupaya meninggalkan jalur perairan strategis yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman.
Menurut laporan kantor berita semi-resmi Iran, Fars, ledakan mengenai ruang mesin kapal. IRGC menyatakan kapal tanker itu telah menonaktifkan seluruh perangkat pemosisian dan navigasinya sejak awal perjalanan. Kapal tersebut juga disebut memilih rute selatan yang oleh Iran dikategorikan sebagai jalur tidak resmi.
Angkatan Laut IRGC menilai tindakan itu merupakan pelanggaran terhadap ketentuan maritim yang berlaku untuk pelayaran di Selat Hormuz. Namun, pernyataan yang dikutip Fars tidak mengungkap nama kapal, bendera, maupun operatornya. Tidak ada pula keterangan mengenai korban jiwa, tingkat kerusakan, atau kondisi kapal setelah kebakaran.
IRGC memperingatkan kapal-kapal yang beroperasi di Selat Hormuz dan kawasan Teluk agar tidak mematikan sistem navigasi serta perangkat identifikasi. Kapal yang tetap menjalankan pola tersebut disebut akan menghadapi tindakan tegas. Peringatan itu disampaikan ketika sejumlah insiden kapal tanker dilaporkan terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Pada Sabtu, 17 Oktober, IRGC menyatakan sebuah supertanker lain terbakar setelah menghantam ranjau saat mencoba melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang tidak diizinkan. Kapal itu dilaporkan membawa lebih dari 2 juta barel minyak mentah. Sehari sebelumnya, pasukan Iran juga melaporkan kapal tanker lain mengalami ledakan dan kebakaran setelah menabrak ranjau laut.
Rangkaian kejadian tersebut berlangsung dalam situasi keamanan yang tegang di sekitar Selat Hormuz. Amerika Serikat dan Israel disebut memulai perang terhadap Iran pada 28 Februari, lalu Iran merespons dengan serangan rudal dan pesawat nirawak ke berbagai wilayah di kawasan. Iran kemudian secara efektif menutup selat tersebut, sementara Amerika Serikat memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kedua negara menandatangani nota kesepahaman pada Juni mengenai kebebasan navigasi, tetapi pelaksanaannya terhenti akibat perbedaan pandangan mengenai keamanan jalur tersebut. Insiden terbaru berpotensi menambah kekhawatiran terhadap keselamatan pelayaran dan sentimen pasar energi, meski dampak terhadap harga minyak atau kurs belum dapat dipastikan dari laporan ini.
Tag: Selat Hormuz, IRGC, kapal tanker, ranjau laut, Iran