Listrik untuk Pompa Air Dorong Produktivitas Sawah Sidrap hingga 10,4 Ton per Hektare
2026-10-20 06:02 WIB · aindari · 👁 532 dibaca
Program Electrifying Agriculture PLN membantu petani di Desa Takkalasi menjaga pengairan sawah saat kemarau dan meningkatkan hasil panen.
Pemanfaatan listrik untuk mengoperasikan pompa air mendorong peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Program Electrifying Agriculture (EA) dari PT PLN diterapkan untuk membantu pengairan sawah, terutama ketika pasokan air berkurang pada musim kemarau.
Salah satu lokasi penerapan program tersebut berada di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae. Pada panen Agustus 2026, produktivitas pertanian di wilayah itu tercatat sekitar 10,4 ton per hektare. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan hasil musim tanam sebelumnya yang berada di kisaran tujuh ton per hektare.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Sidrap Ibrahim menyebut lahan pertanian di Desa Takkalasi mencapai sekitar 395 hektare. Area itu dikelola oleh 13 kelompok tani dengan dukungan berbagai program untuk memperkuat produksi dan ketahanan pangan di wilayah setempat.
Sebelum adanya alternatif sumber air, petani mengandalkan Bendung Takkalasi. Namun, bendung tersebut dapat mengering saat kemarau berlangsung panjang. Untuk mengatasi persoalan itu, sebanyak 39 titik sumur bor telah tersedia sejak 2025. Air dari sumur tersebut kemudian dimanfaatkan melalui program listrik masuk sawah untuk menjalankan pompa pengairan.
Peningkatan hasil panen juga ditopang oleh optimalisasi lahan dan bantuan benih. Ketersediaan sumber air serta pemanfaatan listrik menjadi bagian dari rangkaian dukungan yang memungkinkan petani mengatur pengairan dengan lebih baik. Listrik juga memberi pilihan bagi petani untuk mengoperasikan pompa tanpa sepenuhnya bergantung pada bahan bakar minyak.
Pengembangan EA memerlukan kerja sama PLN, pemerintah daerah, kelompok tani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diperlukan agar penggunaan listrik sesuai kebutuhan lapangan serta diikuti infrastruktur ketenagalistrikan yang memadai.
General Manager PLN UID Sulselrabar Didik Wicaksono mengatakan pemanfaatan listrik di sektor pertanian tidak hanya ditujukan untuk menambah pelanggan atau daya tersambung. Program itu juga diarahkan untuk menciptakan nilai tambah melalui proses produksi yang lebih efisien. Selain pompa irigasi dan sistem pengairan, PLN mendorong penggunaan listrik untuk pencahayaan, ventilasi, serta peralatan pendukung peternakan agar kegiatan agrikultur berjalan lebih praktis dan modern.
Tag: Pertanian, Sidrap, Electrifying Agriculture, Irigasi, PLN