Prancis Perluas Jam Malam Setelah Demonstrasi Berujung Kekerasan
2026-10-20 15:30 WIB · aindari · 👁 372 dibaca
Pemerintah Prancis memperketat pembatasan di sejumlah kota setelah aksi menentang kenaikan biaya hidup dan harga bahan bakar disertai penjarahan serta vandalisme.
Pemerintah Prancis memperluas pemberlakuan jam malam dari Paris ke Nice, Lyon, dan beberapa wilayah di Gironde. Kebijakan ini diambil setelah demonstrasi nasional pada akhir pekan berubah menjadi aksi kekerasan, penjarahan, dan perusakan. Pembatasan serupa juga diterapkan di sejumlah daerah lain sebagai bagian dari langkah keamanan pemerintah.
Di Paris, larangan berlaku mulai pukul 22.00 sampai 06.00 di sekitar Place de la Republique serta ruas jalan di kawasan Les Halles. Aturan tersebut ditujukan kepada seluruh warga, bukan hanya anak-anak. Pemerintah juga melarang demonstrasi di beberapa area ibu kota pada pukul 20.00 hingga 06.00 waktu setempat.
Lyon memberlakukan pembatasan pada pukul 21.00-06.00 di sebagian wilayah Presqu’ile, kawasan pusat kota. Di Nice, Wali Kota Eric Ciotti menetapkan jam malam bagi anak di bawah umur pada pukul 21.00-06.00 di sejumlah jalan pusat kota. Menurut Ciotti, kebijakan itu diperlukan untuk menjaga keselamatan warga setelah kelompok perusuh menimbulkan gangguan di berbagai ruas kota pada akhir pekan.
Aturan berbeda diterapkan di Gironde, Prancis barat daya. Anak-anak di bawah umur yang tidak ditemani orang tua atau wali sah dilarang berada di luar rumah mulai pukul 22.00 sampai 07.00. Pembatasan itu berlaku hingga 26 Oktober dan mencakup daerah yang paling terdampak penjarahan serta vandalisme pada 17 Oktober.
Pemerintah juga menyetujui jam malam selama dua malam di Lille, Douai, Wattignies, dan Denain, wilayah utara Prancis. Pembatasan di empat daerah tersebut berlangsung pada pukul 20.00-06.00. Denain menerapkan aturan tambahan pada pukul 21.00-06.00 hingga 25 Oktober. Selain itu, kegiatan berkumpul di Marseille turut dibatasi.
Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menyebut sekitar 550.000 orang mengikuti 110 demonstrasi di seluruh Prancis pada Sabtu, termasuk 110.000 peserta di Paris. Sekitar 400 orang ditangkap secara nasional. Perdana Menteri Sebastien Lecornu meminta para prefek menerapkan jam malam secara terbatas dan hanya di wilayah tertentu. Ia juga mengumumkan operasi penegakan hukum untuk mengejar pihak yang terlibat kekerasan dan penjarahan, serta pengurangan jam kerja sebagai bantuan bagi perusahaan yang terdampak.
Tag: Prancis, jam malam, demonstrasi, kerusuhan, keamanan