Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Krisis Dana Memaksa WFP Kurangi Bantuan Pangan bagi Warga Gaza

2026-10-19 18:00 WIB · aindari · 👁 364 dibaca

Sekitar 500.000 warga Gaza kehilangan akses terhadap bantuan penting setelah WFP memangkas distribusi pangan menjelang musim dingin.

Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) mengurangi bantuan pangan di Jalur Gaza sekitar sepertiga dari tingkat biasanya karena keterbatasan dana. Kebijakan tersebut membuat jumlah warga yang menerima dukungan turun menjadi 1,1 juta orang, dibandingkan sekitar 1,6 juta pada bulan sebelumnya. Sekitar 500.000 orang kini tidak lagi memperoleh bantuan penting, sementara kebutuhan kemanusiaan meningkat menjelang musim dingin.

Pengurangan tidak hanya terjadi pada jumlah penerima, tetapi juga pada isi bantuan. Setiap keluarga kini memperoleh satu paket pangan, dari sebelumnya dua paket, dengan jatah tepung terigu yang turut dikurangi. Distribusi makanan siap santap harian juga turun dari 250.000 menjadi 150.000 porsi. Bagi keluarga yang tinggal di kawasan sulit dijangkau, termasuk wilayah dekat garis kuning yang berada di bawah kendali militer Israel, makanan akan diberikan setiap dua hari, bukan setiap hari.

WFP juga menurunkan nilai bantuan tunai untuk 75.000 keluarga. Lembaga tersebut menyebut sekitar 1,4 juta orang, atau 67 persen populasi Gaza, berada dalam kondisi kerawanan pangan tingkat krisis atau lebih buruk. Dari jumlah itu, sekitar 200.000 orang menghadapi keadaan darurat dan memerlukan bantuan pangan segera untuk mencegah kematian akibat kelaparan.

Kondisi gizi anak turut menjadi perhatian. Hanya satu dari lima anak di Gaza yang mengonsumsi makanan dengan keragaman gizi memadai. Pada saat yang sama, tingkat pengangguran telah melampaui 80 persen, sehingga banyak keluarga tidak memiliki kemampuan untuk membeli makanan bergizi secara mandiri.

Menurut WFP, kemajuan terbatas dalam ketahanan pangan setelah gencatan senjata pada Oktober 2025 masih rentan. Lembaga itu memperingatkan bahwa situasi dapat kembali memburuk dengan cepat apabila dukungan kemanusiaan dikurangi lebih jauh. Kekurangan dana juga membuat bantuan di Tepi Barat yang diduduki dipangkas setengahnya, dari 400.000 menjadi 200.000 penerima.

Untuk menjaga operasi penting di Gaza dan Tepi Barat selama enam bulan hingga Maret 2027, WFP menyatakan membutuhkan dana 450 juta dolar AS atau sekitar Rp8,1 triliun. Kebutuhan tersebut mencakup keberlanjutan bantuan bagi wilayah yang menghadapi krisis pangan dan keterbatasan akses terhadap makanan, pendapatan, serta layanan dasar.

Tag: Gaza, WFP, krisis pangan, bantuan kemanusiaan, Tepi Barat