Macron Pertahankan Nunez di Tengah Tekanan Pasca-Kerusuhan Prancis
2026-10-19 16:30 WIB · aindari · 👁 885 dibaca
Presiden Emmanuel Macron menolak pengunduran diri Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez dan meminta evaluasi terbuka atas kegagalan antisipasi yang memicu meluasnya kekerasan.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memutuskan tetap mempertahankan Laurent Nunez sebagai Menteri Dalam Negeri setelah kerusuhan dan penjarahan melanda sejumlah wilayah dalam aksi protes pada Sabtu (17/10). Keputusan itu diambil ketika pemerintah menghadapi tekanan atas penanganan aparat terhadap kekerasan yang berlanjut hingga malam berikutnya.
Nunez sebelumnya menyampaikan pengunduran diri kepada Macron pada Minggu (18/10). Ia mengatakan posisi sebagai menteri membuatnya bertanggung jawab atas berbagai kejadian di lapangan. Dalam keterangannya kepada radio France Inter, Nunez mengakui polisi kehilangan kendali di beberapa kota dan pengerahan pasukan keamanan tidak cukup diantisipasi.
Istana Elysee menyatakan Macron masih membutuhkan kesinambungan dalam komando pasukan keamanan selama krisis berlangsung. Namun, presiden juga meminta keterbukaan lebih besar untuk menjelaskan kegagalan antisipasi dan intelijen yang dinilai berkontribusi terhadap meluasnya kekerasan. Sikap pemerintah tersebut mendapat kritik dari sejumlah pemimpin daerah, termasuk wali kota Paris, Marseille, dan Limoges.
Data resmi mencatat hampir 1.000 petugas penegak hukum terluka dan sekitar 2.400 orang ditangkap dalam kerusuhan pada Sabtu. Situasi belum sepenuhnya mereda pada Minggu malam. Bentrokan dan penjarahan kembali dilaporkan terjadi di Paris, Lyon, serta Marseille. Di Paris, polisi menahan 92 orang sekitar tengah malam setelah insiden di sekitar Place de la Republique.
Marseille menjadi salah satu kota yang paling terdampak. Nunez dijadwalkan mengunjungi kota tersebut, sementara pihak berwenang memperkirakan hingga 30.000 orang terlibat dalam aksi penjarahan pada Sabtu. Dalam pidato yang disiarkan pada Minggu malam, Macron berjanji para pelaku perusakan akan dimintai pertanggungjawaban. Ia menyatakan tindakan untuk menggulingkan republik tidak dapat dibiarkan dan menggambarkan suasana nasional sebagai campuran kemarahan serta rasa malu.
Perdana Menteri Sebastien Lecornu dijadwalkan memimpin rapat krisis antar-kementerian pada pukul 10.00 waktu setempat atau 15.00 WIB. Pertemuan itu akan membahas dampak ekonomi, kerugian pelaku usaha, persoalan asuransi, serta proses hukum yang berjalan. Federasi Perdagangan dan Distribusi melaporkan sekitar 1.500 usaha menjadi sasaran kekerasan pada Sabtu, dengan nilai kerugian yang diperkirakan mencapai beberapa ratus juta euro.
Tag: Prancis, Emmanuel Macron, Laurent Nunez, Kerusuhan, Dampak ekonomi