Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Prancis Bergolak: Perdana Menteri Serukan Jam Malam di Tengah Gelombang Demonstrasi Rusuh

2026-10-20 06:00 WIB · aindari · 👁 317 dibaca

Perdana Menteri Prancis meminta pemerintah daerah memberlakukan jam malam menyusul aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan di sejumlah wilayah.

Situasi di Prancis memanas setelah gelombang demonstrasi besar melanda negara tersebut dan berujung pada kerusuhan. Merespons kondisi ini, Perdana Menteri Prancis mendesak otoritas daerah untuk segera memberlakukan jam malam guna meredam eskalasi kekerasan yang terjadi di berbagai titik.

Langkah tersebut diambil seiring meluasnya aksi protes yang menimbulkan kekhawatiran akan keamanan publik. Perdana Menteri Attal bahkan mengusulkan pengerahan militer untuk menjaga gedung-gedung pemerintahan di seluruh Prancis, sebuah langkah yang menunjukkan betapa seriusnya ancaman keamanan yang dihadapi negara itu saat ini.

Skala demonstrasi yang terjadi memunculkan perbandingan dengan sejarah unjuk rasa besar di Prancis yang pernah menggerakkan jutaan orang turun ke jalan. Pertanyaan apakah gelombang protes kali ini akan mencapai proporsi serupa menjadi perhatian banyak pihak, mengingat tradisi panjang gerakan massa di negara tersebut.

Kerusuhan di Prancis turut menimbulkan kekhawatiran bagi warga negara asing yang berada di sana. Warga Negara Indonesia yang tinggal atau sedang berkunjung ke Prancis diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi keamanan yang belum stabil. Imbauan serupa juga berlaku bagi WNI di negara-negara Eropa lain yang berpotensi terdampak efek riak dari ketegangan tersebut.

Di sisi ekonomi, Prancis tengah menghadapi tantangan fiskal yang tidak ringan. Data menunjukkan bahwa rasio utang pemerintah Prancis tercatat sebagai yang terbesar ketiga di Uni Eropa pada kuartal I 2026. Kondisi fiskal semacam ini berpotensi memperburuk sentimen terhadap stabilitas ekonomi negara tersebut, terutama jika kerusuhan berlanjut dan mengganggu aktivitas perekonomian.

Kombinasi antara tekanan sosial dari demonstrasi massal dan beban utang yang tinggi menempatkan pemerintah Prancis dalam posisi sulit. Keputusan untuk menerapkan jam malam dan kemungkinan pelibatan militer mencerminkan upaya keras pemerintah dalam menjaga ketertiban, meski langkah-langkah tersebut juga berisiko memicu reaksi lebih lanjut dari kelompok demonstran.

Perkembangan situasi di Prancis terus dipantau oleh komunitas internasional, mengingat negara ini merupakan salah satu ekonomi terbesar di Eropa dan anggota penting berbagai organisasi multilateral. Stabilitas Prancis memiliki implikasi luas, baik bagi kawasan Eropa maupun dinamika geopolitik global.

Tag: Prancis, demonstrasi, jam malam, kerusuhan Eropa, WNI