Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

BPBD DKI Latih Kesiapan Gempa di 55 Fasilitas Publik Jakarta Utara

2026-10-21 17:17 WIB · aindari · 👁 763 dibaca

Simulasi melibatkan kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan, dan sekolah dengan latihan perlindungan diri serta evakuasi melalui tangga darurat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengadakan latihan menghadapi gempa bumi di 55 lokasi di Jakarta Utara. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kesiapan aparatur dan pegawai dalam menghadapi bencana yang dapat terjadi tanpa pemberitahuan. Pelaksanaan simulasi merupakan tindak lanjut Instruksi Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor e-0044.

Pusat kegiatan berlangsung di Kantor Wali Kota Jakarta Utara. Sebanyak 54 lokasi lain yang ikut serta terdiri atas kantor kecamatan, kantor kelurahan, pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit umum daerah, serta sekolah. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Yuni Wijayanti mengatakan seluruh rangkaian latihan berjalan tertib dan lancar karena didukung koordinasi serta partisipasi pegawai.

Sebelum latihan dimulai, petugas memberikan penjelasan teknis mengenai penempatan Tim Reaksi Cepat dan aparatur kota di setiap lantai gedung. Pengaturan tersebut dilakukan agar personel dapat menjalankan peran masing-masing ketika proses perlindungan diri dan evakuasi berlangsung.

Saat sirene pertama terdengar, para pegawai diminta melakukan langkah perlindungan dasar dengan merunduk, berlindung, dan bertahan selama dua menit. Mereka berlindung di bawah meja atau berada di sekitar struktur bangunan yang kuat. Setelah tahap itu selesai, petugas mengarahkan peserta menuju titik berkumpul yang telah ditentukan sebagai area aman.

Lift sengaja tidak digunakan selama simulasi untuk menggambarkan situasi darurat. Karena itu, seluruh peserta harus berpindah melalui tangga darurat. Sekretaris Kota Jakarta Utara Iyan Sopian Hadi menilai latihan seperti ini penting karena bencana alam bisa muncul sewaktu-waktu. Menurut dia, kesiapsiagaan juga mencakup kepedulian untuk membantu orang lain, bukan hanya upaya menyelamatkan diri.

Iyan meminta para kepala organisasi perangkat daerah memastikan ketersediaan fasilitas pendukung keadaan darurat di tempat kerja masing-masing. Perlengkapan medis dasar, kata dia, perlu disiapkan agar pegawai yang membutuhkan pertolongan dapat segera ditangani. Ia berharap simulasi tersebut membentuk kebiasaan dan budaya tanggap bencana di lingkungan kerja.

Petugas Pengamanan Dalam Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jaenudin, menyebut evakuasi dari lantai 13 menuju lantai dasar memperlihatkan kesiapan pegawai yang belum seragam. Sejumlah peserta dapat mengikuti instruksi dengan cepat, sedangkan lainnya masih panik atau belum memahami jalur keluar. Petugas kemudian mengatur perjalanan melalui tangga darurat agar peserta turun secara tertib dan tidak berdesakan.

Tag: BPBD DKI Jakarta, simulasi gempa, Jakarta Utara, kesiapsiagaan bencana, evakuasi