Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Karhutla di Kalbar Mengancam Habitat Orang Utan, 51 Individu Dievakuasi

2026-10-19 16:00 WIB · aindari · 👁 784 dibaca

Tim gabungan menyelamatkan puluhan orang utan dari kawasan terbakar di Ketapang dan Kayong Utara, sementara sebagian satwa masih membutuhkan perawatan dan pencarian berlanjut.

Sebanyak 51 individu orang utan diselamatkan dari wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Penyelamatan berlangsung sejak 6 Agustus hingga 10 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, 30 individu ditemukan di sekitar perkebunan kelapa sawit PT KALE.

Kebakaran mengancam orang utan yang kehilangan sumber makanan dan tempat berlindung. Tim menemukan sejumlah satwa dalam kondisi stres, kurus, dehidrasi, serta mengalami gangguan kesehatan. Di kawasan PT KALE dan wilayah sekitarnya, 27 individu dinilai memerlukan perawatan lanjutan di pusat rehabilitasi.

Dalam rangkaian penyelamatan terbaru, tim gabungan mengevakuasi empat orang utan dari lokasi berbeda. Riri, betina remaja berusia sekitar 4–6 tahun, ditemukan di pohon kelapa sawit dalam keadaan takut dan kekurangan cairan. Tidak ada tanda keberadaan induknya di sekitar lokasi. Induk dan anak yang diberi nama Mama Rian serta Rian ditemukan di kebun warga Desa Riam Berasap, sekitar 1,5 kilometer dari PT KALE. Keduanya berada di area yang terbakar dan memiliki kondisi tubuh sangat kurus.

Lusi, orang utan betina remaja lainnya, ditemukan pada 16 Oktober di kawasan bernilai konservasi tinggi atau High Conservation Value (HCV) PT KALE, Desa Laman Satong. Ia bertahan di satu-satunya pohon yang masih berdiri di tengah hutan yang hangus. Setelah dibius dan dipindahkan, Lusi diketahui mengalami luka gores dan luka terbuka pada punggung, bibir, serta anus yang diduga berasal dari gigitan anjing. Satwa itu juga mengalami dehidrasi dan malnutrisi sehingga harus menjalani penanganan medis. Riri, Mama Rian, dan Rian dievakuasi pada 10 Oktober.

Analisis citra satelit pada 1 Agustus–25 September 2026 menunjukkan lebih dari 90 persen kawasan HCV PT KALE terbakar. Tim masih menduga ada orang utan yang bertahan di area tersebut. Proses pencarian dan evakuasi menghadapi kendala berupa asap tebal, sementara sejumlah titik tanah masih mengeluarkan asap. Kekhawatiran bertambah setelah ditemukan tengkorak yang diduga milik orang utan pada 8 Oktober. Pemeriksaan forensik masih dilakukan untuk memastikan spesies, penyebab kematian, dan waktu kematian.

Publikasi ilmiah pada 2016 memperkirakan kawasan itu menjadi habitat sekitar 150 orang utan Kalimantan, dengan kepadatan 5,49 individu per kilometer persegi. Besarnya populasi tersebut menunjukkan potensi dampak kebakaran terhadap satwa dan habitatnya. Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane menyatakan kawasan HCV perlu segera direstorasi untuk memulihkan fungsi ekologis dan keanekaragaman hayati. Pemulihan habitat juga dipandang penting untuk menopang kelangsungan hidup orang utan serta menekan risiko konflik antara satwa dan manusia.

Tag: orang utan, karhutla, Kalimantan Barat, Ketapang, konservasi