Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait

2026-07-18 21:31 WIB · aindari · 👁 392 dibaca

IRGC menyatakan serangan rudal dan drone Iran menyasar pangkalan udara AS di Yordania serta fasilitas militer di Kuwait sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat.

Iran mengumumkan serangkaian serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania dan Kuwait. Korps Garda Revolusi Islami atau IRGC menyebut operasi itu dilakukan oleh unsur Angkatan Udara dan Angkatan Darat Iran dengan menggunakan rudal serta pesawat nirawak.

Dalam pernyataan pers nomor 29 yang dirilis pada Sabtu, IRGC menyatakan serangan terbaru merupakan gelombang ke-20 Operasi Nasr-2 atau Kemenangan 2. Menurut IRGC, aksi itu menjadi respons atas serangan AS pada Jumat malam, 17 Juli, terhadap Iran.

Sasaran utama yang diumumkan IRGC berada di Pangkalan Udara Al Azraq, Yordania. Iran menyebut rudal dan drone diarahkan ke hanggar pesawat tempur serta landasan pacu di pangkalan tersebut. IRGC mengklaim serangan itu menghancurkan dua jet tempur dan tiga pesawat milik AS, serta menimbulkan kerusakan pada fasilitas lain.

Teheran juga menuduh militer AS bertanggung jawab atas jatuhnya korban sipil dalam serangan yang disebut menyasar sejumlah rumah sakit, jembatan, rel kereta, pelabuhan, dan bandara. Dalam pernyataannya, IRGC menilai Washington mencoba menutupi kegagalan dengan menyerang langsung angkatan bersenjata Iran. Iran turut menyampaikan harapan agar rakyat dan pasukan bersenjata Yordania merespons keberadaan pasukan asing yang disebut telah menyerang wilayah Islam.

Selain serangan ke Yordania, Iran menyebut Angkatan Daratnya telah mengirim drone kamikaze ke pangkalan militer di Kuwait. Sasaran yang disebutkan adalah gudang amunisi di Camp Buehring, yang sebelumnya dikenal sebagai Camp Udairi. Iran mengatakan serangan itu diarahkan ke fasilitas strategis, pusat komando, gudang logistik, dan sistem pertahanan AS.

Camp Buehring disebut berperan sebagai pusat reorganisasi tempur dan dukungan utama bagi pasukan AS. Sementara itu, Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait disebut menjadi fasilitas logistik penting sekaligus pusat koordinasi operasi udara AS di kawasan Teluk Persia.

IRGC juga menyatakan Angkatan Laut Iran meluncurkan rudal jelajah darat-ke-laut untuk menyerang kapal musuh di Samudra India bagian utara. Peluncuran rudal itu disebut ditujukan untuk mendorong kapal-kapal menjauh dari jangkauan pasukan Iran. Pernyataan Iran muncul di tengah eskalasi setelah laporan sebelumnya menyebut Komando Pusat AS mengakhiri serangan tujuh malam berturut-turut ke Iran, sementara Teheran melaporkan korban tewas akibat serangan AS meningkat menjadi 38 orang dan lebih dari 400 lainnya terluka.

Tag: Iran, Amerika Serikat, IRGC, Yordania, Kuwait