Koalisi Mahasiswa Ungguli Partai Vucic dalam Pemilu Serbia
2026-10-26 10:30 WIB · aindari · 👁 421 dibaca
Hasil awal menunjukkan koalisi Mahasiswa Menang meraih suara terbanyak, sementara Aleksandar Vucic mengakui partainya tertinggal.
Aleksandar Vucic mengakui kekalahan Partai Progresif Serbia (SNS) dalam pemilihan legislatif Serbia. Pernyataan itu disampaikan di markas SNS di Beograd setelah sejumlah lembaga merilis proyeksi awal yang menempatkan koalisi oposisi berbasis gerakan mahasiswa di posisi teratas. Hasil resmi masih menunggu penetapan Komisi Pemilihan Umum Republik Serbia.
Menurut proyeksi Ipsos dan Center for Free Elections and Democracy (CeSID), koalisi Mahasiswa Menang memperoleh 52 persen suara. Koalisi Serbia Bersatu yang dipimpin Vucic mendapat 39,3 persen, sedangkan koalisi Faktor Stabilitas pimpinan Ivica Dacic dari Partai Sosialis meraih 2,3 persen. Perhitungan itu berasal dari 56 persen sampel yang telah diolah.
Proyeksi CRTA memperlihatkan selisih serupa. Koalisi mahasiswa diperkirakan memperoleh 51,47 persen suara, sementara kubu Vucic mengantongi 40,42 persen. Vucic memperkirakan koalisi mahasiswa akan menguasai 135 hingga 140 kursi dari total 250 kursi Majelis Nasional. Koalisi Serbia Bersatu diproyeksikan meraih 105 kursi. Ia juga menuduh adanya campur tangan negara-negara Eropa serta aktor yang disebutnya sebagai negara-dalam-negara yang didukung Amerika.
Hasil tersebut menjadi kemunduran bagi SNS, yang mendominasi politik Serbia sejak 2012. Pada pemilu legislatif Desember 2023, koalisi SNS meraih 46,75 persen suara dan 129 kursi. Koalisi oposisi Serbia Menolak Kekerasan memperoleh 23,66 persen suara dan 65 kursi, sedangkan koalisi Partai Sosialis pimpinan Dacic mendapat 6,55 persen dan 18 kursi.
Pemilu kali ini mencatat partisipasi lebih tinggi. Ipsos dan CeSID memperkirakan 67,6 persen pemilih telah menggunakan hak suara hingga pukul 19.00 waktu setempat, dibandingkan 58,7 persen pada pemilu 2023. Namun, CeSID menerima lebih dari 300 laporan ketidakwajaran hingga pukul 20.00, termasuk pemilih tanpa identitas, pemotretan surat suara, pemungutan suara secara berkelompok, gangguan teknis, dugaan intimidasi, dan penyogokan. Laporan itu masih diverifikasi.
Pemilihan berlangsung setelah gelombang protes antipemerintah selama dua tahun. Aksi tersebut dipicu runtuhnya kanopi stasiun kereta api di Novi Sad pada November 2024 yang menewaskan 16 orang. Mahasiswa menuntut pertanggungjawaban dan pemberantasan korupsi, lalu berkembang menjadi kekuatan penantang utama SNS. Presiden Montenegro Jakov Milatovic menyambut kemenangan koalisi mahasiswa dan berharap hasilnya membuka babak baru hubungan Montenegro-Serbia. Partai-partai yang mewakili komunitas Bosnia juga ikut bertarung; koalisi minoritas tidak terkena ambang parlemen tiga persen, tetapi alokasi kursinya baru ditentukan setelah hasil final. KPU Serbia masih melanjutkan penghitungan suara.
Tag: Serbia, Aleksandar Vucic, koalisi mahasiswa, pemilu legislatif, SNS