Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Ekonomi Biru Kepri Dinilai Bisa Dorong Ketahanan Pangan Nasional

2026-10-29 06:03 WIB · aindari · 👁 371 dibaca

GGMI Batam mendorong penguatan perikanan, infrastruktur maritim, dan peran generasi muda untuk mengembangkan lumbung ikan nasional.

Gerakan Generasi Milenial Indonesia (GGMI) Batam menilai pengembangan ekonomi biru dan lumbung ikan nasional dapat memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Pengelolaan sektor kelautan dan perikanan juga dinilai sejalan dengan arah Asta Cita pemerintah serta berpotensi memperbesar peran ekonomi kerakyatan di wilayah pesisir.

Ketua GGMI Batam M Ghoji Alghifari Lubis menyebut sektor tersebut dapat membuka usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Ia mendorong generasi milenial terlibat melalui gagasan, inovasi, kewirausahaan, dan pengawasan konstruktif terhadap pelaksanaan program pemerintah. Menurutnya, pembangunan nasional membutuhkan dukungan masyarakat, tidak hanya kebijakan pemerintah.

Pandangan itu disampaikan dalam diskusi publik bertajuk “Menatap Masa Depan Ekonomi Biru & Lumbung Ikan Nasional dalam Asta Cita” di Batam, Rabu. Kegiatan yang diikuti sekitar 60 peserta tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda dan menjadi ruang bagi generasi muda untuk membahas pemanfaatan potensi kelautan serta perikanan.

Pengamat Universitas Batam Fendi Hidayat mengatakan Kepulauan Riau memiliki peluang strategis pada perikanan tangkap, budi daya laut, industri pengolahan, perdagangan, dan konektivitas maritim. Pengelolaan yang terarah berpotensi memperkuat ekonomi daerah sekaligus meningkatkan sumbangan perikanan terhadap ketahanan pangan nasional. Ia menilai pengembangan lumbung ikan memerlukan kerja bersama pemerintah, akademisi, organisasi kepemudaan, pelaku usaha, nelayan, koperasi, dan masyarakat pesisir.

Menurut Fendi, lumbung ikan nasional perlu ditopang sistem terpadu dari produksi dan pendaratan, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi antardaerah. Pelabuhan perikanan, cold storage, serta jaringan distribusi antarpulau penting untuk menjaga mutu tangkapan dan daya saing produk. Infrastruktur itu juga dapat mendorong pengolahan hasil laut menjadi produk bernilai tambah, bukan hanya komoditas mentah, sehingga membuka lapangan kerja dan peluang bagi UMKM.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau pada November 2025 mencatat produksi ikan provinsi tersebut rata-rata sekitar 339 ribu ton per tahun, ditambah 39 ribu ton dari budi daya. Secara nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat produksi perikanan 19,89 juta ton hingga triwulan III 2026, sementara PDB sektor perikanan tumbuh 6,86 persen pada triwulan II 2026. Dinas Perikanan Batam pada September 2026 juga melaporkan lima lokasi Kampung Nelayan Merah Putih telah disetujui KKP untuk dibangun pada tahun itu. Pengembangan tetap perlu menjaga ekosistem laut agar manfaat ekonomi berlangsung berkelanjutan.

Tag: ekonomi biru, lumbung ikan nasional, Kepulauan Riau, ketahanan pangan, nelayan