Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Politik

Flavio Bolsonaro Tolak Hasil Pilpres Brasil dari Pengasingan di Amerika Serikat

2026-10-29 11:30 WIB · aindari · 👁 671 dibaca

Flavio Bolsonaro menyatakan dirinya presiden Brasil yang sah dan berjanji memimpin oposisi dari Amerika Serikat setelah kalah tipis dari Luiz Inacio Lula da Silva.

Flavio Bolsonaro menolak hasil resmi pemilihan presiden Brasil dan menyebut dirinya sebagai pemimpin yang sah. Dalam surat yang diunggah ke media sosial pada Rabu (28/10), politikus sayap kanan itu menyatakan akan mengarahkan gerakan oposisi dari Amerika Serikat, tempat ia kini berada setelah meninggalkan Brasil.

Pernyataan tersebut menjadi komunikasi publik pertama Bolsonaro sejak keluar dari Brasil tanpa mematuhi pembatasan perjalanan yang ditetapkan Mahkamah Agung Brasil. Ia menuduh sistem peradilan telah dipolitisasi dan menyatakan membawa keluarganya ke Amerika Serikat untuk menghindari situasi yang disebutnya sebagai keadaan darurat politik.

Bolsonaro juga menuding proses hukum terhadap dirinya merupakan upaya politik. Ia membantah adanya dasar untuk menangkapnya dan menuduh hakim-hakim Mahkamah Agung melakukan korupsi. Namun, materi sumber tidak menyebutkan adanya bukti yang mendukung tuduhan tersebut.

Senator Brasil berusia 45 tahun itu tiba di Miami pada Rabu pagi waktu setempat menggunakan jet pribadi. Sebelumnya, ia disebut menyeberang secara diam-diam ke Argentina, tepatnya Provinsi Misiones, dengan kartu identitas sebelum melanjutkan perjalanan menuju Amerika Serikat melalui penerbangan sewaan.

Kepergian itu berlangsung kurang dari 72 jam setelah ia kalah dalam putaran kedua pemilihan presiden dari Lula da Silva. Lula memperoleh 51,76 persen suara, sedangkan Bolsonaro meraih 48,24 persen. Bolsonaro menolak penghitungan resmi yang ditetapkan Pengadilan Pemilihan Umum Tertinggi Brasil dan menuduh terjadi kecurangan. Ia tidak menyertakan bukti atau dokumentasi konkret untuk mendukung tuduhan tersebut.

Konfrontasi Bolsonaro dengan aparat hukum meningkat setelah Hakim Mahkamah Federal Tertinggi Alexandre de Moraes memberinya waktu 24 jam pada Senin (27/10) untuk menyerahkan seluruh paspor. Perintah itu muncul dalam penyelidikan dugaan pencucian uang dan penipuan finansial yang berkaitan dengan sebuah situs taruhan daring. Alih-alih menyerahkan paspor, Bolsonaro meninggalkan Brasil sebelum dokumennya dapat dicabut kepolisian.

Dari Amerika Serikat, Bolsonaro meminta negara-negara lain tidak mengakui pemerintahan Lula dan berterima kasih kepada Presiden AS Donald Trump serta warga Amerika. Departemen Luar Negeri AS telah memberikan visa kepada Bolsonaro dan keluarganya. Langkah tersebut menyerupai keputusan ayahnya, Jair Bolsonaro, yang menetap di Florida setelah kalah dalam Pilpres Brasil 2022. Perkembangan ini berpotensi memperbesar ketegangan Brasil-Amerika Serikat menjelang pelantikan Lula untuk masa jabatan keempat pada 5 Januari 2027.

Tag: Flavio Bolsonaro, Brasil, Lula da Silva, Pilpres Brasil, Amerika Serikat