Lula Kembali Menang, Janjikan Pemerintahan untuk Seluruh Rakyat Brasil
2026-10-26 14:31 WIB · aindari · 👁 651 dibaca
Luiz Inacio Lula da Silva meraih masa jabatan presiden keempat secara tidak berurutan dan berjanji memperkuat peran Brasil di dunia serta memimpin agenda iklim.
Luiz Inacio Lula da Silva menyatakan dirinya akan memimpin seluruh rakyat Brasil setelah kembali memenangkan pemilihan presiden pada putaran kedua, Minggu malam. Ia menegaskan bahwa dukungan politik bukan syarat bagi warga untuk mendapat kepemimpinan dan penghormatan dari presiden terpilih. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para pendukungnya setelah hasil pemungutan suara diumumkan.
Lula berjanji menghormati warga dari berbagai afiliasi politik. Ia juga menyebut kemenangan tersebut sebagai penolakan terhadap penyangkalan dan kebohongan yang menurutnya menjadi bagian dari sikap kubu lawan, Flavio Bolsonaro. Selain itu, Lula berkomitmen memberikan kinerja terbaik selama masa pemerintahan mendatang dan mendedikasikan seluruh waktunya untuk mewujudkan Brasil yang diharapkan masyarakat.
Dalam pidatonya, Lula menekankan kedaulatan nasional. Ia mengatakan Brasil tidak ingin diperlakukan sebagai wilayah belakang bagi negara lain dan menilai pemilu telah menunjukkan penolakan terhadap campur tangan dari luar negeri. Posisi tersebut menjadi bagian dari pesan politiknya untuk memperkuat peran Brasil dalam hubungan internasional.
Lula juga menargetkan posisi yang lebih sentral bagi Brasil dalam urusan global. Pemerintahannya berikutnya, kata dia, akan menjadikan kebijakan iklim sebagai salah satu bidang utama sekaligus berupaya menunjukkan kepada dunia contoh pelaksanaannya di Brasil. Agenda iklim yang ambisius itu akan berjalan bersamaan dengan upaya memperbesar pengaruh negara tersebut di tingkat internasional.
Kemenangan ini menjadi kebangkitan politik bersejarah bagi Lula. Pada putaran pertama 4 Oktober, ia berada di posisi kedua dengan 45,16 persen suara sah, sementara Bolsonaro memperoleh 47,03 persen. Menurut Kamar Deputi Brasil, Lula menjadi kandidat pertama dalam sejarah demokrasi negara itu yang finis di urutan kedua pada putaran awal, lalu memenangi putaran berikutnya. Portal G1 juga menyebutnya sebagai presiden Brasil pertama yang terpilih untuk empat masa jabatan melalui pemungutan suara langsung. Masa jabatan barunya dijadwalkan dimulai pada 5 Januari 2027, setelah sebelumnya menang pada 2002, 2006, dan 2022.
Data Mahkamah Pemilihan Umum Brasil menunjukkan tingkat abstain putaran kedua sebesar 19,22 persen, lebih rendah dibandingkan 21,08 persen pada putaran pertama. Suara kosong tercatat sekitar 1,12 persen, sedangkan suara tidak sah mencapai 2,12 persen. Pemerintahan Lula diperkirakan menghadapi oposisi di parlemen, sekaligus tuntutan menjaga keseimbangan keuangan publik ketika memperluas program sosial. Kondisi itu dapat menjadi tantangan utama bagi pelaksanaan janji politiknya.
Tag: Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, Pemilu Brasil, Kebijakan iklim, Politik internasional