Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Wayan Koster Akui Terpancing Emosi Saat Cek Gangguan BBM di Bali

2026-10-30 17:02 WIB · aindari · 👁 422 dibaca

Gubernur Bali Wayan Koster mengakui kesalahan setelah video dirinya beradu emosi dengan petugas SPBU tersebar luas.

Gubernur Bali Wayan Koster memberikan penjelasan mengenai video viral yang memperlihatkan dirinya terlibat adu emosi dengan seorang petugas SPBU. Ia mengakui seharusnya tetap tenang ketika menghadapi situasi tersebut. Pernyataan itu disampaikan Koster di sela Rapat Paripurna DPRD Bali, Denpasar, Jumat.

Koster mengatakan, kunjungannya ke SPBU dilakukan untuk memantau penanganan kelangkaan BBM. Ia ingin memastikan kesiapan layanan operasional 24 jam berjalan sesuai rencana. Namun, saat tiba di lokasi, SPBU belum beroperasi meski antrean kendaraan masyarakat telah memanjang.

Dalam kunjungan itu, Koster berkoordinasi dengan pimpinan SPBU untuk mencari tahu penyebab penghentian layanan. Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, terdapat kendala pada sistem komputasi. Saat pembicaraan berlangsung, seorang petugas perempuan menyela dan menyampaikan kemarahan kepada gubernur. Momen tersebut kemudian terekam dan beredar, terutama bagian ketika Koster membalas dengan nada emosi serta meminta petugas itu diam.

Koster menyebut dirinya ikut terbawa suasana setelah petugas tersebut marah. Ia menilai respons itu merupakan kesalahan karena seorang pejabat semestinya menghadapi persoalan lapangan secara bijak dan terkendali. Penyesalan tersebut, kata dia, berlanjut setelah sampai di rumah karena mendapat teguran dari istrinya terkait cara menangani insiden itu.

Menurut Koster, gangguan BBM dan LPG 3 kilogram menjadi pelajaran bagi Bali untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi krisis kebutuhan dasar. Ia menekankan penanganannya merupakan tanggung jawab bersama, bukan ruang untuk saling menyalahkan. Untuk mempercepat pemulihan saat krisis berlangsung, Koster bahkan berkantor secara intensif di Pertamina Depo Sanggaran hingga dini hari bersama jajaran direksi guna menyusun kebijakan.

Koster menjelaskan persoalan pasokan waktu itu bukan kekurangan stok, melainkan hambatan teknis distribusi. Kapal yang membawa 18 juta liter minyak ke Depo Manggis gagal bersandar selama 18 jam karena jangkarnya tersangkut. Akibatnya, pengiriman BBM ke seluruh SPBU di Bali terhenti selama satu hari. Ia juga telah berkomunikasi dengan Direktur Utama Pertamina agar gangguan serupa tidak berulang. Pemerintah Provinsi Bali mengajak semua pihak memperkuat koordinasi dan gotong royong. Upaya itu dinilai penting untuk menjaga kondisi Bali tetap kondusif, termasuk karena sektor pariwisata sensitif terhadap isu keamanan dan sosial.

Tag: Wayan Koster, BBM Bali, SPBU, Pertamina, Kelangkaan BBM