Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Waduk Darma Menopang Penghidupan Warga Jagara lewat Keramba Ikan

2026-10-31 17:03 WIB · aindari · 👁 377 dibaca

Waduk Darma tidak hanya berfungsi sebagai sumber irigasi, tetapi juga menjadi ruang usaha budidaya ikan bagi warga Desa Jagara dan wilayah penyangga di sekitarnya.

Waduk Darma menjadi bagian penting dari kehidupan warga Desa Jagara, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Hamparan air yang terbentuk dari perubahan kawasan agraris itu kini menopang ekonomi masyarakat melalui budidaya ikan, terutama ikan nila dalam keramba jaring apung (KJA).

Sebelum menjadi waduk, Darma dikenal sebagai cekungan pertanian seluas 425 hektare. Kawasan itu dilalui Sungai Cisanggarung, dengan permukiman dan persawahan yang membentang di antara perbukitan. Pemandangan tersebut pernah dicatat C. W. Wormser, pencinta alam asal Belanda, dalam tulisan berjudul Feuilleton Door Java V yang dimuat De Preanger-bode pada 10 September 1922. Ia menggambarkan rute dari Kuningan menuju Ciamis sebagai jalur dengan jalan berliku, sawah bertingkat, dan lanskap perbukitan.

Pada masa kolonial, kawasan itu dialihfungsikan untuk mendukung ketersediaan air bagi irigasi tanaman tebu. Pembangunannya menelan biaya 1,5 juta gulden. Bendungan tanah yang dibangun memiliki tinggi 22 meter dan waduknya dirancang menampung 40 juta meter kubik air.

Waduk Darma mulai beroperasi pada 1962. Fungsinya kemudian menopang sistem irigasi pertanian di wilayah Kuningan dan Cirebon. Seiring waktu, keberadaan waduk turut membentuk mata pencaharian baru bagi warga yang tinggal di sekitarnya.

Juned, 60 tahun, menjadi salah satu warga yang menggantungkan penghasilan dari usaha tersebut. Lebih dari 20 tahun ia menekuni budidaya ikan di Waduk Darma. Saat ditemui pada Selasa, 23 September, Juned sedang menarik jaring yang dipenuhi ikan nila. Ikan hasil panen itu dipindahkan untuk dijual kepada pengepul. Ia kini mengelola empat kolam.

Menurut Juned, kegiatan budidaya ikan di kawasan tersebut telah berlangsung sejak 1994. Usaha itu awalnya hanya memakai delapan kolam, lalu berkembang menggunakan sistem KJA. Sejak 2011, jumlah keramba di Desa Jagara semakin bertambah karena usaha tersebut dinilai berhasil dan menguntungkan.

Deretan keramba kini terlihat dari tepian hingga bagian tengah waduk, dengan perbukitan sebagai latar. Bagi warga Jagara dan masyarakat desa penyangga Waduk Darma, perairan itu bukan sekadar infrastruktur irigasi. Waduk juga menjadi tempat mencari nafkah melalui aktivitas budidaya ikan.

Tag: Waduk Darma, Jagara, budidaya ikan, keramba jaring apung, Kuningan