Stok Pemerintah Menguat, Inflasi Beras September 2026 Turun ke 3,73 Persen
2026-11-01 17:06 WIB · aindari · 👁 305 dibaca
Bapanas menyebut penguatan cadangan beras pemerintah dan penyaluran bantuan pangan membantu menjaga stabilitas harga beras pada kuartal ketiga 2026.
Inflasi beras tahunan pada September 2026 tercatat 3,73 persen. Badan Pangan Nasional menyatakan angka itu menjadi yang paling rendah sekaligus paling stabil dalam empat tahun terakhir, seiring meningkatnya stok cadangan beras pemerintah (CBP) dan penyaluran beras kepada masyarakat.
Data historis Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi beras pada September 2023 masih mencapai 18,44 persen. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi fenomena El Nino yang mulai melanda Indonesia. Setahun kemudian, inflasi beras turun menjadi 5,91 persen, lalu kembali melemah menjadi 4,06 persen pada September 2025.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah tidak mendatangkan beras medium dari luar negeri. Impor hanya dilakukan untuk beras khusus yang belum diproduksi di dalam negeri, seperti Basmati, dengan volume yang disebut sangat kecil. Pemerintah juga menangani beras medium ilegal yang masuk melalui penyelundupan.
Menurut Amran, posisi CBP yang mencapai 4,5 juta ton memberi ruang lebih besar bagi pemerintah untuk melakukan intervensi pasar. Cadangan tersebut dipakai dalam bantuan pangan dan program stabilisasi pasokan serta harga pangan (SPHP). Bapanas menilai penyaluran beras kepada masyarakat dapat membantu menjaga harga konsumen, sehingga berpotensi mendukung pengendalian inflasi pangan.
Melalui Perum Bulog, penyaluran CBP sejak Januari sampai 28 Oktober 2026 mencapai 2,88 juta ton. Angka itu belum memasukkan tambahan penugasan SPHP dan bantuan pangan hingga akhir tahun sebesar 76,8 ribu ton. Alokasi bantuan pangan beras sepanjang 2026 ditetapkan 997 ribu ton bagi masyarakat penerima manfaat.
Dari penyaluran sampai Oktober, sebanyak 1,63 juta ton merupakan bantuan pangan beras. Rinciannya terdiri atas tahap pertama 662,86 ribu ton dan tahap kedua 967,51 ribu ton. Program ini menjangkau 33,24 juta keluarga penerima manfaat. Sementara itu, SPHP telah menyalurkan 1,16 juta ton, dengan rincian 221,05 ribu ton pada Januari-Februari, 828 ribu ton pada Maret-September, dan 123,1 ribu ton pada Oktober. Penyaluran lain mencakup 13,9 ribu ton untuk bencana dan keadaan darurat serta 71,4 ribu ton untuk golongan anggaran. Total distribusi CBP hingga akhir 2026 diperkirakan mendekati empat juta ton, melampaui rekor 2024 sebesar 3,37 juta ton.
Tag: inflasi beras, cadangan beras pemerintah, Bapanas, bantuan pangan, SPHP