Perjalanan Gischa Zayana Menuju Puncak Boccia Asia
2026-11-01 17:10 WIB · aindari · 👁 844 dibaca
Gischa Zayana memperkuat rekam jejaknya lewat emas ASEAN Para Games, medali Paralimpiade, dan dua emas Asian Para Games Aichi-Nagoya.
Gischa Zayana menjadi salah satu atlet boccia Indonesia yang terus menanjak dalam empat tahun terakhir. Pada Kamis, 29 Oktober 2026, ia meninggalkan kawasan Istana Merdeka setelah menerima penghargaan bagi atlet peraih medali dari Presiden RI Prabowo Subianto. Di lehernya tergantung dua medali emas Asian Para Games Aichi-Nagoya. Gischa datang menggunakan kursi roda, mengenakan jaket biru muda dan topi, dengan wajah sumringah saat menyapa orang-orang di kompleks Istana Kepresidenan.
Boccia berpusat pada sebuah bola putih bernama jack. Bola itu menjadi sasaran bagi 12 bola lain, yang terdiri atas enam bola merah dan enam bola biru. Para pemain berusaha menempatkan bola mereka sedekat mungkin dengan jack. Selama empat tahun, Gischa menekuni permainan yang menuntut ketepatan dan kendali tersebut.
Medali emas internasional pertama Gischa diraih pada ASEAN Para Games Kamboja, Juni 2023. Dalam final nomor individu BC2 putri, ia mengalahkan Nguyen Nhat Uyen dari Vietnam dengan skor 6-5. Hasil itu lahir melalui pertandingan ketat. Gischa sempat berada dalam situasi sulit ketika lawannya memiliki lima peluang untuk meraih kemenangan, tetapi ia mampu bertahan hingga akhirnya merebut gelar.
Setahun kemudian, Gischa tampil di Paralimpiade Paris. Ia membawa pulang medali perunggu dari nomor individu dan perak dari nomor beregu. Prestasi tersebut membuatnya tercatat sebagai atlet Indonesia pertama yang menyumbangkan medali boccia dalam ajang Paralimpiade. Pencapaian di Paris menjadi lanjutan dari emas ASEAN Para Games, sekaligus memperlihatkan perkembangan Gischa di panggung olahraga disabilitas dunia.
Pada Januari 2026, ia kembali berlaga di ASEAN Para Games Thailand. Dua emas diraih dari nomor individu dan beregu campuran. Setelah itu, Gischa tampil di Asian Para Games Aichi-Nagoya dan kembali mengoleksi dua emas. Dalam ajang tersebut, ia berhadapan dengan Hiu Lam Yeung dari Hong Kong, atlet yang sebelumnya kerap mengalahkannya.
Rangkaian prestasi itu membuat Gischa semakin matang, baik sebagai atlet maupun pribadi. Perubahan itu terlihat dari penampilannya di Istana: kini berusia 21 tahun, ia tampak lebih tenang dibandingkan tiga tahun sebelumnya saat masih berusia 17 tahun dan mengenakan kacamata berbingkai bundar. Gischa juga menyampaikan semangat kepada orang-orang yang memiliki kondisi serupa agar terus menggali potensi diri dan berusaha meraih kesempatan berprestasi.
Tag: Gischa Zayana, boccia, Asian Para Games, Paralimpiade, olahraga disabilitas