Oposisi Israel Siapkan Perebutan Kendali Knesset di Tengah Kebuntuan Politik
2026-11-02 06:05 WIB · aindari · 👁 451 dibaca
Empat partai oposisi berupaya mengganti ketua parlemen dan mengajukan rancangan aturan yang dapat membatasi langkah politik Benjamin Netanyahu.
Blok oposisi Israel menyiapkan strategi untuk mengambil kendali Knesset setelah hasil pemilu belum menghasilkan mayoritas pemerintahan. Rencana itu mencakup penggantian Ketua Knesset Amir Ohana, anggota Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, serta pengajuan sejumlah rancangan undang-undang yang dapat memengaruhi posisi politik Netanyahu.
Menurut laporan Walla yang dikutip dari sumber anonim, Yair Lapid akan menjadi tuan rumah pertemuan empat pemimpin oposisi. Lapid memimpin Partai Yesh Atid. Tiga peserta lain ialah Gadi Eisenkot dari Partai Yashar, Avigdor Lieberman dari Partai Yisrael Beiteinu, dan Yair Golan dari Partai Demokrat. Mereka dijadwalkan menyusun langkah bersama untuk mengubah hasil pemilu menjadi kekuatan efektif di parlemen.
Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung sebelum konsultasi politik di kediaman Presiden Isaac Herzog, yang dimulai 4 November. Konsultasi itu bertujuan menentukan pihak yang memperoleh mandat pertama untuk berusaha membentuk pemerintahan. Walla melaporkan Eisenkot telah memutuskan menerima mandat pertama tersebut.
Hasil sementara pemilu pada Selasa menempatkan blok Netanyahu dengan 53 kursi dari total 120 kursi Knesset. Oposisi memperoleh 48 kursi, sedangkan partai-partai Arab menguasai 19 kursi. Tidak ada kelompok yang mencapai ambang 61 kursi untuk membentuk pemerintahan. Anggota parlemen terpilih dijadwalkan mengucapkan sumpah jabatan pada 10 November.
Jika berhasil memilih ketua baru, oposisi berpotensi mengatur agenda Knesset dan mendorong legislasi selama enam pekan sebelum batas pembentukan pemerintahan berakhir. Nama Eisenkot, Lapid, dan Oded Forer disebut sebagai calon pengganti Ohana. Namun, rencana itu bergantung pada kesepakatan mengenai satu kandidat dan kemampuan mengumpulkan suara yang cukup.
Oposisi juga ingin membentuk komisi penyelidikan resmi terkait peristiwa 7 Oktober 2023. Selain itu, mereka mempertimbangkan rancangan aturan yang melarang orang dengan dakwaan pidana membentuk pemerintahan sebelum putusan bersalah. Netanyahu, 76 tahun, sedang menjalani persidangan atas tuduhan penyuapan, penipuan, dan penyalahgunaan kepercayaan. Jika dinyatakan bersalah, ia dapat dihukum penjara.
Eisenkot berulang kali menyatakan tidak akan bergabung dengan pemerintahan yang dipimpin Netanyahu, termasuk melalui skema pergantian jabatan perdana menteri. Netanyahu memimpin koalisi sayap kanan sejak akhir 2022. Pemerintahannya kerap disebut sebagai pemerintahan paling kanan dalam sejarah Israel. Sejak 2024, Mahkamah Pidana Internasional juga menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang di Jalur Gaza. Konflik yang dimulai dengan operasi militer besar-besaran Israel pada 8 Oktober 2023 itu, menurut materi sumber, telah menewaskan lebih dari 74.000 orang dan melukai lebih dari 175.000 orang, serta menghancurkan seluruh wilayah Gaza.
Tag: Israel, Knesset, oposisi, Benjamin Netanyahu, pemilu