Akhir Pekan Budaya Nusantara: Dari Selawat di Situbondo hingga Parade Kebaya Palembang
2026-07-20 06:04 WIB · aindari · 👁 532 dibaca

Sejumlah kegiatan budaya dan sosial berlangsung di berbagai daerah pada Minggu, 19 Juli 2026, dari tradisi rakyat, pawai budaya, hingga ajakan memperkuat perlindungan anak.
Rangkaian kegiatan bernuansa budaya, religi, dan sosial mewarnai berbagai daerah di Indonesia pada Minggu, 19 Juli 2026. Agenda yang berlangsung mencakup selawat bersama di Situbondo, tradisi menangkap ikan di Klaten, festival budaya di Bandarlampung, parade kebaya di Palembang, serta seruan memperkuat pemenuhan hak anak menjelang Hari Anak Nasional.
Di Situbondo, Jawa Timur, seratusan ribu warga dan jamaah selawat nariyah dari berbagai daerah berkumpul di Alun-Alun Kabupaten Situbondo. Mereka mengikuti Haul Masyayikh, kegiatan yang diisi dengan doa bersama untuk para ulama, tokoh masyarakat, dan kiai nusantara yang telah wafat. Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang juga menjadi ketua panitia, menyampaikan bahwa acara tersebut tidak hanya menjadi ruang mengenang para pendahulu, tetapi juga ajakan meneladani perjuangan mereka serta mendoakan Indonesia agar menjadi lebih baik.
Suasana meriah juga terlihat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, melalui tradisi Memet Ikan di Kolam Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes. Ribuan orang datang sejak pagi dengan membawa jaring untuk mengikuti kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-222 Kabupaten Klaten. Salah satu peserta, Supriyadi, warga Desa Tambaksari berusia 42 tahun, berada di kolam sekitar satu jam dan pulang membawa beberapa ikan, termasuk jenis bawal dengan ukuran beragam.
Di Bandarlampung, pemerintah kota menggelar Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya Begawi Bandarlampung. Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menyebut kegiatan ini sebagai sarana untuk mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda. Melalui pawai dan kendaraan hias, budaya yang hidup di Kota Bandarlampung ditampilkan dalam format yang lebih dekat dengan masyarakat luas.
Sementara itu, Jembatan Ampera di Palembang, Sumatera Selatan, menjadi lokasi parade busana kebaya untuk memperingati Hari Kebaya Nasional 2026. Sekitar 1.000 peserta perempuan mengikuti gerakan berkebaya dengan berjalan kaki dari Jembatan Ampera menuju Monumen Perjuangan Rakyat atau Monpera. Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju, Lana T Koentjoro, menjelaskan bahwa peserta memadukan kebaya dengan kain songket modern serta gaya kasual yang lekat dengan anak muda masa kini. Menurutnya, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi keluarga.
Selain agenda budaya, perhatian terhadap anak turut mengemuka menjelang Hari Anak Nasional pada 23 Juli. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengajak pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan keluarga memperkuat kerja sama dalam memenuhi hak serta melindungi anak. Ia menekankan bahwa momentum Hari Anak Nasional perlu digunakan untuk memperbesar dukungan bagi anak agar mereka dapat tumbuh aman, terlindungi, dan meraih cita-cita.
Tag: budaya nusantara, Hari Anak Nasional, kebaya, tradisi daerah, hiburan