Sanggar Bakti BCA: Upaya Perkuat Tata Kelola Sanggar Seni demi Kemandirian Ekonomi Kreatif
2026-07-20 17:09 WIB · aindari · 👁 586 dibaca

BCA menggandeng Titimangsa untuk membina organisasi dan profesionalisme sanggar seni pertunjukan Indonesia melalui program Sanggar Bakti BCA.
Dunia seni pertunjukan Indonesia kerap menghadapi kendala klasik: pendanaan terbatas, pengelolaan organisasi yang belum matang, serta minimnya akses terhadap jejaring dan pendampingan profesional. Menjawab persoalan itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meluncurkan program Sanggar Bakti BCA yang menitikberatkan pada pembinaan tata kelola dan penguatan kapasitas organisasi sanggar-sanggar seni di Tanah Air.
Hera F Haryn, Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, menerangkan bahwa program ini dirancang agar sanggar seni tidak sekadar menghasilkan karya bermutu, melainkan juga memiliki fondasi kelembagaan yang kokoh dan berkelanjutan. Ia berharap sanggar-sanggar peserta mampu mengembangkan potensi mereka, memperluas jangkauan audiens, serta membuka peluang ekonomi baru melalui pengelolaan yang lebih terstruktur.
Citra Art Studio terpilih sebagai sanggar pertama yang mengikuti program tersebut. Didirikan pada 2006 oleh Armen Suwandi dan Siti Suryani, sanggar ini dikenal aktif menggarap tari tradisional, tari kontemporer, musik, dan beragam seni pertunjukan Nusantara. Kiprahnya sudah merambah berbagai festival baik di dalam maupun luar negeri. Pemilihan Citra Art Studio merupakan hasil seleksi ketat: sepuluh sanggar mengikuti proses penilaian oleh tim periset, kemudian lima sanggar terbaik mempresentasikan program mereka di hadapan panelis yang terdiri dari praktisi dan akademisi seni.
Materi pembinaan yang diberikan tidak terbatas pada aspek artistik. Program ini juga mencakup penguatan organisasi, manajemen pertunjukan, dokumentasi karya, hingga pengembangan sumber daya manusia. Tujuannya agar sanggar memiliki daya saing lebih tinggi dan mampu menciptakan nilai ekonomi dari aktivitas seni budaya yang mereka jalankan.
Dalam pelaksanaannya, BCA bermitra dengan Titimangsa. Happy Salma, pendiri Titimangsa, menilai kolaborasi ini memberi ruang bagi para pegiat seni untuk saling bertukar pengetahuan dan mengembangkan gagasan baru. Menurutnya, banyak komunitas seni yang bekerja dengan konsistensi tinggi dan kecintaan mendalam terhadap tradisi, sehingga pendampingan semacam ini bisa memperkuat keyakinan mereka dalam melanjutkan perjalanan berkesenian.
Secara teknis, program Sanggar Bakti BCA berjalan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa asesmen dan pemetaan komunitas seni guna mengidentifikasi sanggar-sanggar berpotensi. Tahap kedua adalah pendampingan intensif yang meliputi peningkatan mutu artistik, penguatan kapasitas kelembagaan, serta pengembangan karya pertunjukan. Melalui pembinaan jangka menengah ini, BCA menargetkan lahirnya sanggar-sanggar yang tidak hanya unggul secara seni, tetapi juga mandiri secara organisasi dan turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Tag: Sanggar Bakti BCA, seni pertunjukan, ekonomi kreatif, Titimangsa, Citra Art Studio