Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Teheran Peringatkan Washington: Pasukan Iran Siap Hadapi Skenario Invasi ke Pulau Kharg

2026-07-20 20:31 WIB · aindari · 👁 968 dibaca

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan kesiapan militernya menghadapi kemungkinan serangan darat AS ke Pulau Kharg, di tengah eskalasi ketegangan yang kembali memanas setelah nota kesepahaman damai dilanggar.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat tajam setelah pejabat Teheran secara terbuka menyatakan kesiapan angkatan bersenjatanya menghadapi potensi invasi militer AS ke Pulau Kharg. Pernyataan bernada keras ini muncul menyusul laporan media yang menyebutkan bahwa Washington tengah mempertimbangkan perluasan operasi militer terhadap Iran, termasuk opsi pengerahan pasukan darat.

Dalam konferensi pers pada Senin, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyampaikan peringatan tegas. Baghaei menyatakan bahwa banyak pihak di kawasan tersebut tengah bersiap untuk memberikan sambutan bagi pasukan AS, dan bahwa mereka yang datang akan menanggung konsekuensinya. Pernyataan ini jelas merupakan sinyal bahwa Teheran tidak akan tinggal diam jika kedaulatan wilayahnya dilanggar.

Pernyataan Baghaei merespons laporan The Wall Street Journal yang mengutip sejumlah pejabat AS. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk memperluas operasi militer terhadap Iran, dengan salah satu skenario yang dibahas adalah invasi darat ke Pulau Kharg. Pulau ini memiliki signifikansi strategis karena merupakan terminal ekspor minyak utama Iran.

Selain pernyataan dari kementerian luar negeri, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) turut mengeluarkan ancaman serupa. Seperti dilaporkan kantor berita Tasnim, IRGC menegaskan kesiapannya untuk segera memukul mundur setiap upaya pasukan Amerika memasuki wilayah Iran. Pernyataan dari dua institusi berbeda ini menunjukkan sikap bulat Teheran dalam menghadapi ancaman militer dari Washington.

Eskalasi terbaru ini terjadi meskipun kedua negara sempat menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak akhir Februari. Kesepakatan damai tersebut ternyata tidak bertahan lama. Sejak 8 Juli, militer AS melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran dengan dalih merespons tindakan Teheran terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

Iran merespons serangan tersebut dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS yang tersebar di kawasan Timur Tengah. Teheran juga menuding Washington sebagai pihak yang terlebih dahulu melanggar nota kesepahaman penghentian permusuhan. Siklus serangan dan balasan ini membuat prospek perdamaian semakin suram.

Dengan kedua belah pihak yang saling melemparkan ancaman dan melancarkan aksi militer, situasi di kawasan Teluk Persia berada pada titik yang sangat rawan. Wacana invasi darat ke Pulau Kharg, jika benar-benar direalisasikan, berpotensi mengubah konflik ini menjadi perang terbuka berskala besar yang dampaknya akan dirasakan jauh melampaui kawasan Timur Tengah.

Tag: Iran, Amerika Serikat, Pulau Kharg, konflik Timur Tengah, IRGC