Dua Bersaudara Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Tai Chi di China
2026-07-21 06:04 WIB · aindari · 👁 498 dibaca

Zeela dan Zoura Nebulani, kakak-beradik keturunan Fujian yang tumbuh dalam keluarga praktisi bela diri, menjadikan seni bela diri dan konten digital sebagai sarana mempererat hubungan budaya Indonesia-China selama menempuh studi di Provinsi Shandong.
Seni bela diri kerap dipandang sekadar aktivitas fisik, namun bagi Zeela Nebulani dan Zoura Nebulani, disiplin ini menjadi wahana untuk menjembatani dua kebudayaan sekaligus. Kakak-beradik asal Indonesia yang memiliki garis keturunan dari Provinsi Fujian, China, itu kini menjalani kehidupan akademis sekaligus terus mengasah kemampuan bela diri mereka di Universitas Politeknik Rizhao, Provinsi Shandong.
Latar belakang keluarga membentuk jalan hidup keduanya. Ayah dan ibu mereka berprofesi sebagai pelatih seni bela diri profesional, sehingga Zeela sudah mulai berlatih sejak usia enam tahun. Ketika menginjak usia 12 tahun, ia mendalami Tai Chi secara khusus. Jejak sang kakak kemudian menginspirasi Zoura untuk mengikuti langkah serupa, baik dalam bela diri maupun pilihan pendidikan.
Pada September 2024, Zeela memulai studinya di Universitas Politeknik Rizhao dengan mengambil jurusan perdagangan internasional. Zoura menyusul ke universitas dan jurusan yang sama pada tahun berikutnya. Meski fokus utama mereka adalah kegiatan akademis, keduanya tetap menjalankan latihan bela diri setiap hari di bawah bimbingan Li Ning, guru mereka di kampus tersebut.
Di luar ruang kelas dan arena latihan, Zeela dan Zoura aktif tampil dalam berbagai pertunjukan budaya kampus serta kegiatan pertukaran bersama mahasiswa dari China dan negara-negara lain. Mereka juga memperkenalkan beragam aspek budaya Indonesia kepada dosen dan rekan-rekan mahasiswa, menciptakan dialog lintas budaya yang berjalan dua arah.
Upaya diplomasi budaya mereka merambah pula ke ranah digital. Keduanya memproduksi video pendek dwibahasa yang menampilkan panorama pesisir Rizhao, tradisi rakyat setempat, dan keseharian mereka sebagai mahasiswa. Konten-konten tersebut kemudian disebarkan melalui berbagai platform media sosial di Indonesia, memberi gambaran langsung tentang kehidupan dan budaya di Shandong kepada audiens Tanah Air.
Baik Zeela maupun Zoura mengungkapkan harapan untuk menjadi jembatan budaya bagi generasi muda di kedua negara. Mereka ingin berkontribusi mempererat persahabatan Indonesia dan China, bukan hanya lewat gerakan Tai Chi yang mereka tekuni, tetapi juga melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman sehari-hari yang mereka bagikan secara konsisten kepada khalayak luas.
Tag: Zeela Nebulani, Zoura Nebulani, Tai Chi, pertukaran budaya Indonesia-China, Universitas Politeknik Rizhao