Teheran Nyatakan Terima Usulan Mediator, Tegaskan Jalur Diplomasi Tetap Terbuka di Tengah Eskalasi dengan AS
2026-07-21 06:09 WIB · aindari · 👁 796 dibaca

Di tengah saling serang militer dengan Amerika Serikat, Iran menyatakan telah menerima usulan dari para mediator dan menegaskan bahwa saluran diplomatik tetap berjalan.
Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima usulan yang diajukan oleh para mediator internasional, meskipun ketegangan militer dengan Amerika Serikat terus meningkat. Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers mingguan di Teheran pada Senin. Baghaei tidak merinci substansi usulan tersebut, termasuk ketika ditanya soal laporan mengenai proposal baru dari Qatar yang bertujuan menghidupkan kembali perundingan antara Teheran dan Washington serta mewujudkan gencatan senjata selama sepuluh hari.
Baghaei menekankan bahwa mesin diplomasi Iran terus bergerak beriringan dengan respons militer yang dilakukan negaranya. Ia mengecam keras serangan AS belakangan ini yang menurutnya menghantam infrastruktur sipil, termasuk jembatan dan fasilitas kesehatan. Tindakan tersebut dinilainya sebagai pelanggaran terhadap hak masyarakat atas kehidupan, keamanan, dan martabat kemanusiaan.
Soal nota kesepahaman perdamaian yang ditandatangani kedua negara pada 18 Juni lalu, Baghaei menyatakan bahwa isi dokumen tersebut sudah sangat gamblang dan Washington seharusnya tidak memiliki dalih untuk mengingkari komitmen yang telah disepakati. Ia menjelaskan bahwa Teheran selama ini berpegang pada prinsip timbal balik — komitmen dibalas dengan komitmen — namun pelanggaran berulang dari pihak Washington akhirnya mendorong Iran menghentikan pelaksanaan kewajibannya sendiri dalam kesepakatan itu.
Dalam konteks keamanan maritim, jubir Kemenlu Iran itu juga menegaskan kedaulatan negaranya atas Selat Hormuz. Teheran bertekad mencegah segala bentuk penyalahgunaan jalur perairan strategis tersebut yang dapat merugikan kepentingan nasional Iran.
Eskalasi militer antara kedua negara telah berlangsung selama sepekan terakhir. Washington melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap provinsi-provinsi di Iran selatan dengan dalih melemahkan kemampuan Teheran mengancam pelayaran komersial. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone yang menyasar sejumlah pangkalan serta fasilitas militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun konfrontasi bersenjata terus berlangsung, kedua belah pihak belum sepenuhnya menutup ruang bagi penyelesaian diplomatik. Penerimaan Iran terhadap usulan mediator berpotensi menjadi celah untuk meredakan ketegangan, meskipun belum ada kejelasan apakah Washington juga merespons positif upaya mediasi tersebut. Dinamika ini diperkirakan turut memengaruhi sentimen di kawasan Timur Tengah, termasuk terhadap stabilitas jalur perdagangan internasional melalui Selat Hormuz.
Tag: Iran, Amerika Serikat, diplomasi, Selat Hormuz, konflik Timur Tengah