Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Dorongan Transformasi Indonesia Menjadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia

2026-07-25 17:05 WIB · aindari · 👁 980 dibaca

Para pengamat menilai Indonesia perlu bergerak melampaui status produsen kelapa sawit terbesar dan mengarahkan strategi menuju pusat pengolahan hilir sawit berskala global.

Indonesia menyandang gelar produsen kelapa sawit terbesar di dunia, namun status itu dinilai belum cukup untuk memaksimalkan potensi ekonomi komoditas tersebut. Dua pengamat dari lembaga riset berbeda menyuarakan hal senada: saatnya negara ini bertransformasi menjadi pusat hilirisasi sawit global yang mampu menghasilkan produk turunan bernilai tambah tinggi.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menyatakan bahwa meskipun Indonesia sudah mengembangkan sejumlah produk turunan kelapa sawit, keragaman dan kedalaman hilirisasi masih jauh di bawah potensi yang tersedia. Menurutnya, diperlukan strategi terarah agar industri sawit nasional tidak hanya mengekspor bahan mentah, melainkan juga memproduksi barang olahan dengan nilai jual lebih tinggi.

Faisal menekankan pentingnya kebijakan yang mendorong lahirnya industri manufaktur pengolah sawit. Ia menyebut perlunya instrumen pendukung berupa insentif maupun disinsentif, baik fiskal maupun nonfiskal, guna mempercepat aliran investasi ke sektor hilir. Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa penguatan sektor hulu tetap krusial karena industri hilir tidak akan berjalan optimal tanpa pasokan bahan baku yang kuat dan stabil. Percepatan hilirisasi, kata Faisal, berpotensi membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkokoh struktur industri nasional secara keseluruhan.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, menyatakan bahwa hilirisasi merupakan kunci untuk memperluas pasar sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor. Ia menggambarkan visi di mana Indonesia tidak sekadar dikenal sebagai raja CPO dunia, tetapi juga menjadi pemain utama di bidang oleokimia, biofuel, biomaterial, dan oleofood.

Tungkot menunjuk keberhasilan Program Mandatori Biodiesel sebagai contoh nyata. Program tersebut berhasil menekan impor solar berbasis fosil dengan memanfaatkan kelapa sawit sebagai bahan baku energi terbarukan. Ia menambahkan bahwa peluang serupa terbuka di sektor penerbangan melalui pengembangan sustainable aviation fuel (SAF) atau bioavtur, yang berpotensi mengurangi impor avtur konvensional. Selain energi, hilirisasi juga membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi salah satu produsen oleokimia terbesar di dunia.

Dalam upaya mewujudkan percepatan ini, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) selama ini telah menjalankan berbagai inisiatif, mulai dari mendorong riset dan inovasi, memperkuat promosi serta kemitraan, hingga mengembangkan sumber daya manusia di sektor hilirisasi sawit. Langkah-langkah tersebut diarahkan untuk membangun industri sawit yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan, dengan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Tag: hilirisasi sawit, kelapa sawit, industri hilir, CORE Indonesia, PASPI