Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Keterbatasan Jalan dan Jembatan Jadi Hambatan Utama Sentra Durian dan Sawit di Kaur

2026-07-26 06:04 WIB · aindari · 👁 1,1rb dibaca

Bupati Kaur menyerukan dukungan pemerintah provinsi dan legislator pusat untuk membangun infrastruktur menuju kawasan perkebunan Cawang Kidau yang selama ini hanya bisa diakses motor dan kendaraan 4WD.

Kabupaten Kaur, Bengkulu, menyimpan potensi perkebunan besar di kawasan Cawang Kidau, Desa Manau IX, Kecamatan Padang Guci Hulu. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu sentra durian lokal terbesar di kabupaten tersebut sekaligus penghasil durian premium, dan juga memiliki perkebunan kelapa sawit yang produktif. Namun minimnya infrastruktur jalan dan jembatan membuat distribusi hasil panen terhambat serius.

Bupati Kaur Gusril Pausi mengungkapkan bahwa kondisi akses menuju kawasan perkebunan itu masih sangat terbatas. Warga umumnya mengangkut hasil panen secara bertahap menggunakan sepeda motor karena jalan yang ada belum layak untuk kendaraan roda empat biasa. Hanya mobil berpenggerak empat roda atau truk yang mampu melintas, dan itupun harus menyeberangi Sungai Air Padang Guci tanpa jembatan permanen. Saat debit sungai naik, bahkan kendaraan kecil pun tak bisa melintas sama sekali.

Padahal volume produksi dari kawasan ini sangat signifikan. Setiap musim panen, Cawang Kidau menghasilkan ratusan ton durian yang dipasarkan ke berbagai daerah. Di sektor kelapa sawit, ratusan ton tandan buah segar dikirim setiap bulan ke pabrik pengolahan, menjadikan komoditas ini salah satu penopang utama ekonomi masyarakat setempat.

Gusril menegaskan bahwa keberhasilan budidaya durian premium di Padang Guci Hulu membuktikan potensi besar wilayah itu, bukan hanya di tingkat kabupaten tetapi juga di skala provinsi. Ia menyebut hamparan perkebunan milik masyarakat memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi dan harus didukung dengan pembangunan infrastruktur yang memadai agar produktivitas dan pertumbuhan ekonomi pedesaan bisa terdongkrak.

Untuk mewujudkan pembangunan jalan dan jembatan yang dibutuhkan, Bupati Kaur menyatakan bahwa dukungan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu serta anggota DPR RI dan DPD RI asal Bengkulu sangat diperlukan. Ia mengakui bahwa mengandalkan kemampuan keuangan daerah saja akan sangat sulit, terlebih di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang berlangsung.

Gusril mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi memperjuangkan pembangunan akses transportasi ke kawasan perkebunan tersebut. Tanpa perbaikan infrastruktur, potensi ekonomi ratusan ton durian dan sawit yang dihasilkan setiap periode panen akan terus terkendala oleh ketergantungan pada jembatan gantung dan jalur sungai yang tak bisa diandalkan sepanjang tahun.

Tag: infrastruktur perkebunan, durian Kaur, kelapa sawit Bengkulu, Cawang Kidau, akses jalan pedesaan