Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Peringatan HAN 2026: Yayasan di Aceh Dorong Kesetaraan Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus

2026-07-26 06:08 WIB · aindari · 👁 1rb dibaca

Yayasan Amanah Poppy Amalya memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional 2026 untuk menegaskan bahwa setiap anak, termasuk yang berkebutuhan khusus, berhak mendapat kesempatan setara dalam belajar dan berkembang.

Sebuah yayasan di Banda Aceh menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 sebagai ajang untuk menyuarakan pentingnya penghargaan terhadap potensi seluruh anak tanpa terkecuali. Yayasan Amanah Poppy Amalya secara khusus menyoroti hak anak berkebutuhan khusus agar memperoleh ruang yang sama untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan kemampuan mereka.

Kepala Layanan Terapi yayasan tersebut, Hema Sunarja, menegaskan bahwa tidak ada anak yang gagal. Menurutnya, setiap anak memiliki mimpi dan cara berkembang yang berbeda-beda, baik dalam hal belajar, bermain, maupun menempuh pendidikan. Pandangan inilah yang mendasari pemilihan tajuk peringatan tahun ini, yakni "Setiap Anak Istimewa, Setiap Mimpi Berharga", sebagai pengingat bahwa hak tumbuh kembang anak tidak boleh dibatasi oleh kondisi apapun yang mereka miliki.

Meskipun yayasan ini rutin memperingati HAN setiap tahun, pelaksanaan kali ini digelar secara internal bersama anak-anak binaan. Saat ini, Yayasan Amanah Poppy Amalya mendampingi sekitar 95 anak yang mayoritas merupakan anak berkebutuhan khusus. Pendampingan dilakukan melalui Humaira Special Needs Center, sebuah pusat layanan yang menangani berbagai kondisi seperti autisme, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD), keterlambatan bicara, gangguan sensori, serta hambatan perkembangan lainnya.

Beragam jenis terapi disediakan di pusat layanan tersebut, meliputi terapi sensori integrasi, terapi perilaku, terapi okupasi, dan edukasi. Tidak hanya melayani anak berkebutuhan khusus, yayasan ini juga membuka program untuk anak-anak umum berupa pembelajaran baca tulis hitung, bimbingan belajar, hingga sanggar tari.

Di balik perayaan ini, Hema juga menyampaikan pesan kepada masyarakat luas agar lebih terbuka dalam menerima keberadaan anak berkebutuhan khusus. Ia mendorong agar lingkungan sosial memberikan ruang bagi anak-anak tersebut untuk berinteraksi dan menggali potensi yang mereka miliki tanpa stigma.

Hema turut menyampaikan harapan kepada pemerintah Aceh untuk terus memperkuat dukungan bagi anak berkebutuhan khusus. Bentuk dukungan yang diharapkan mencakup penyediaan sarana dan prasarana terapi, pengadaan peralatan terapi yang memadai, serta peningkatan kapasitas tenaga terapis. Langkah-langkah tersebut dinilai krusial agar kualitas layanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Aceh dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

Tag: Hari Anak Nasional 2026, anak berkebutuhan khusus, Yayasan Amanah Poppy Amalya, pendidikan inklusif, Aceh