Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Iran Panggil Diplomat Ukraina Usai Serangan terhadap Kapal Dagang di Laut Kaspia Tewaskan Satu ABK

2026-07-26 17:01 WIB · aindari · 👁 648 dibaca

Teheran mengecam keras serangan militer Ukraina terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia yang menewaskan seorang anak buah kapal dan melukai sejumlah lainnya.

Ketegangan diplomatik antara Iran dan Ukraina meningkat tajam setelah Teheran memanggil Kuasa Usaha Ukraina menyusul serangan militer terhadap sebuah kapal dagang berbendera Iran di perairan Laut Kaspia. Insiden tersebut mengakibatkan seorang anak buah kapal tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Pemanggilan diplomat Ukraina dilakukan pada Minggu pagi oleh Manouchehr Moradi, pejabat yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Eurasia di Kementerian Luar Negeri Iran. Dalam pertemuan itu, Moradi menyampaikan kecaman keras pemerintah Iran, menyebut tindakan Kiev sebagai aksi permusuhan yang bersifat kriminal. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap kapal niaga di Laut Kaspia bertentangan dengan prinsip-prinsip fundamental yang tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menurut Moradi, insiden ini bukan sekadar pelanggaran hukum internasional, melainkan juga bentuk agresi yang mengancam keamanan seluruh negara yang berbatasan dengan Laut Kaspia. Ia menuntut agar pemerintah Ukraina memikul tanggung jawab penuh atas kejadian tersebut serta mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam serangan itu.

Pejabat tinggi Kemlu Iran juga menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam menghadapi ancaman terhadap keselamatan jiwa dan harta benda warganya. Teheran menyatakan komitmen untuk terus menjaga keamanan serta kepentingan nasionalnya dengan segala cara yang diperlukan.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Sabtu (25/7) telah mengakui bahwa pasukannya memang melancarkan serangan terhadap sebuah kapal di Laut Kaspia. Zelenskyy berdalih bahwa kapal yang menjadi target tersebut sedang mengangkut peralatan militer dengan tujuan Iran, sehingga dianggap sebagai ancaman keamanan.

Kementerian Luar Negeri Iran menolak pembenaran tersebut dan menilai serangan itu mencerminkan pendekatan yang tidak rasional serta berbahaya dari pihak Ukraina dalam hubungannya dengan Iran. Teheran secara spesifik menyebut serangan itu melanggar Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB yang melarang penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik negara mana pun.

Iran juga memperingatkan bahwa tindakan semacam ini berpotensi memicu eskalasi permusuhan yang lebih luas. Dengan saling klaim yang bertolak belakang antara kedua negara — Iran menyebut kapal tersebut sebagai kapal dagang sipil sementara Ukraina mengklaim kapal itu membawa muatan militer — situasi diplomatik di antara keduanya diperkirakan akan semakin memanas dalam waktu dekat.

Tag: Iran, Ukraina, Laut Kaspia, kapal dagang, diplomasi internasional