KLH dan ANTAM Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Jakarta, Tandai Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-58 ANTAM
2026-07-26 17:13 WIB · aindari · 👁 785 dibaca

Penanaman ribuan bibit mangrove dilakukan sebagai bagian dari rangkaian Gerak Hijau 2026 sekaligus upaya rehabilitasi ekosistem pesisir dan mitigasi perubahan iklim.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan PT ANTAM (Persero) Tbk secara bersama-sama menanam 5.000 bibit mangrove di Kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, pada Minggu lalu. Selain penanaman langsung, ribuan bibit tambahan juga dibagikan kepada warga sebagai bentuk partisipasi publik dalam merehabilitasi kawasan pesisir. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-58 ANTAM serta rangkaian acara bertajuk Gerak Hijau 2026.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono menyatakan bahwa aksi penanaman ini memiliki makna istimewa karena bersamaan dengan Hari Mangrove Sedunia yang ditetapkan oleh UNESCO. Ia menekankan bahwa mangrove yang tumbuh optimal akan memberikan manfaat jangka panjang, bahkan hingga ratusan tahun ke depan. Ekosistem mangrove berperan vital dalam melindungi wilayah pesisir, menyediakan habitat bagi biota laut, menyerap karbon, serta menjadi warisan lingkungan bagi generasi yang akan datang.
Diaz juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah atau pelaku usaha saja. Pemerintah berkontribusi lewat regulasi, sektor swasta melalui praktik bisnis yang bertanggung jawab, dan masyarakat dengan membiasakan perilaku ramah lingkungan dalam keseharian. Ia meyakini sinergi ketiga elemen tersebut akan membawa Indonesia menuju kondisi yang lebih hijau.
Dari sisi korporasi, Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto mengungkapkan bahwa perusahaannya terus mengakselerasi program dekarbonisasi melalui efisiensi energi dan peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan. Sepanjang 2025, ANTAM mencatat penurunan emisi karbon sebesar 9,43 persen, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Pencapaian tersebut diraih melalui berbagai langkah, termasuk optimalisasi konsumsi energi dan peralihan ke sumber energi yang lebih bersih.
Untung menambahkan bahwa hingga pertengahan tahun berjalan, penurunan emisi perusahaan sudah melewati target tahunan. ANTAM juga terus memperluas penggunaan energi terbarukan seperti panel surya (solar PV) dan biosolar di berbagai lokasi operasionalnya. Ia berharap Gerak Hijau 2026 menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana menuju Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Gerak Hijau 2026 sendiri merupakan gerakan kolaboratif yang menggabungkan promosi gaya hidup sehat dengan kepedulian lingkungan melalui aksi nyata. Acara ini turut didukung oleh sejumlah perusahaan dan komunitas yang berkomitmen pada keberlanjutan, antara lain Ballikin dan Rekosistem, yang menghadirkan solusi pengelolaan sampah serta edukasi ekonomi sirkular bagi masyarakat yang hadir.
Tag: Hari Mangrove Sedunia, ANTAM, Gerak Hijau 2026, rehabilitasi pesisir, dekarbonisasi