Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Pesantren Bisa Dapat Bibit dan Olah Lahan Gratis, Kementan Siapkan Anggaran Rp9,95 Triliun

2026-07-27 06:11 WIB · aindari · 👁 541 dibaca

Kementerian Pertanian membuka akses bantuan bibit perkebunan dan pengolahan lahan tanpa biaya bagi pondok pesantren yang memiliki lahan produktif.

Pondok pesantren yang memiliki lahan produktif kini bisa mengajukan bantuan bibit komoditas perkebunan dan pengolahan lahan secara gratis dari Kementerian Pertanian. Tawaran ini disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Kongres Umat Islam Indonesia VIII yang digelar Majelis Ulama Indonesia di Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Menurut Amran, komoditas yang tersedia meliputi tebu, kakao, kelapa, mete, dan kopi. Pesantren yang berminat cukup menyiapkan lahan, lalu mengusulkan kebutuhan melalui dinas pertanian setempat. Kementan akan menangani pengolahan lahan sekaligus menyediakan bibit tanpa memungut biaya apapun dari pihak pesantren.

Amran melihat pesantren sebagai entitas yang berpotensi besar menjadi pusat kegiatan pertanian. Selain mendukung kemandirian pangan, keterlibatan santri dalam kegiatan budidaya dinilai dapat membuka ruang ekonomi baru bagi komunitas pesantren dan masyarakat sekitarnya. Program ini bukan inisiatif berdiri sendiri, melainkan bagian dari pengembangan sekitar 870 ribu hektare komoditas perkebunan strategis di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp9,95 triliun untuk mendukung penyediaan bibit unggul dan pengembangan perkebunan rakyat secara nasional.

Dalam forum yang sama, Mentan juga memaparkan strategi hilirisasi komoditas pertanian — mencakup kelapa sawit, minyak goreng, ayam, dan telur — sebagai upaya agar nilai ekonomi pertanian tidak berhenti di tingkat produksi, tetapi turut dirasakan masyarakat luas.

Di sisi lain, Amran mengungkapkan perluasan program pertanian di Papua yang terus berkembang melampaui rencana awal. Program cetak sawah dan optimalisasi lahan yang semula difokuskan di Papua Selatan kini merambah ke Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya, didorong tingginya permintaan dari masyarakat setempat. Hingga kini, pemerintah telah membangun sawah baru dan mengoptimalkan lahan sekitar 138 ribu hektare di Tanah Papua. Antusiasme warga bahkan tercermin dari permintaan langsung sejumlah kepala suku agar pemerintah menambah 5.000 hingga 10.000 hektare lahan pertanian di wilayah mereka.

Amran menegaskan seluruh program dilaksanakan di atas lahan milik negara maupun masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dan berbagai elemen masyarakat dapat memperluas basis produksi pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan di berbagai daerah.

Tag: pertanian, pesantren, ketahanan pangan, perkebunan, Papua