Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Dua Malam Tanpa Serangan, Pakistan dan Qatar Perkuat Mediasi AS-Iran

2026-07-27 10:02 WIB · aindari · 👁 658 dibaca

Jeda serangan selama dua malam berturut-turut membuka ruang bagi Pakistan dan Qatar untuk mengintensifkan upaya mediasi antara Washington dan Teheran.

Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase yang lebih tenang setelah tidak ada serangan baru yang dilaporkan selama dua malam berturut-turut. Pemantauan Anadolu hingga Minggu dini hari tidak mencatat adanya ledakan maupun serangan udara AS di wilayah Iran, melanjutkan ketenangan yang juga terjadi pada malam sebelumnya.

Jeda ini terjadi setelah hampir dua pekan operasi militer AS yang menarget berbagai aset Iran, mulai dari infrastruktur militer, sistem pengawasan pesisir, fasilitas rudal dan drone, armada angkatan laut, hingga pusat logistik — berdasarkan keterangan Komando Pusat AS (CENTCOM). Korban di pihak Iran tidak sedikit; Kementerian Kesehatan Iran pada Kamis melaporkan sedikitnya 57 orang tewas dan 629 lainnya luka-luka akibat gelombang serangan terbaru tersebut.

Di tengah ketenangan itu, Pakistan dan Qatar mengambil langkah lebih aktif. Sumber pemerintah Pakistan kepada Anadolu menyebutkan bahwa Islamabad dan Doha kini mempererat pertukaran pesan antara kedua belah pihak, menyusul respons yang diterima dari Washington maupun Teheran atas formula deeskalasi bersama yang diajukan para mediator. Formula itu mendorong kedua negara kembali ke posisi sebelum 9 Juli sebagai pijakan awal untuk membuka kembali perundingan menuju penyelesaian permanen. Iran mengonfirmasi telah menerima proposal tersebut dan sedang mempelajarinya, seraya menegaskan komitmennya pada jalur diplomasi.

Namun Iran menegaskan bahwa ketenangan yang terjadi bukan berarti deeskalasi yang lebih luas telah tercapai. Juru bicara militer Iran, Amir Mohammad Akraminia, menjelaskan bahwa strategi Teheran bertumpu pada prinsip penangkalan melalui pembalasan — artinya, operasi militer Iran akan berhenti selama AS tidak menyerang, dan sebaliknya. Ia menyebut dua malam tanpa serangan AS sebagai alasan langsung berhentinya operasi balasan Iran, bukan hasil dari kesepakatan diplomatik apa pun.

Latar belakang konflik ini berakar pada kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani Washington dan Teheran pada Juni, juga hasil mediasi Pakistan dan Qatar. Namun Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata itu berakhir pada 8 Juli seiring meningkatnya eskalasi kembali. AS menuntut Iran menghentikan serangan terhadap kapal-kapal niaga dan menjamin kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, sementara Iran bersikeras bahwa lalu lintas di selat strategis itu harus diatur melalui mekanisme yang dikelolanya sendiri — perbedaan posisi yang menjadi salah satu simpul utama kebuntuan.

Pada Sabtu, Trump dilaporkan memerintahkan militer AS untuk tidak melancarkan serangan baru terhadap Iran, mengakhiri hampir dua pekan serangan harian, menurut laporan Axios yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui keputusan tersebut. Langkah itu memberi sedikit ruang bagi diplomasi, meski kedua pihak belum mencapai meja perundingan formal. Upaya Pakistan dan Qatar untuk menjembatani keduanya kini menjadi tumpuan harapan bagi deeskalasi yang lebih berkelanjutan.

Tag: Amerika Serikat, Iran, Pakistan, Qatar, mediasi