Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Program Swasembada Pangan Dongkrak Permintaan Alat Berat di Sektor Agro

2026-07-27 17:11 WIB · aindari · 👁 974 dibaca

Kebijakan pemerintah di sektor pertanian dinilai menjadi pendorong utama pasar alat berat nasional, dengan sektor agro mencatat kontribusi terbesar bagi bisnis Hexindo.

Upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan ternyata membawa efek berganda hingga ke industri alat berat. Presiden Direktur PT Hexindo Adiperkasa Tbk, Dwi Swasono, menilai berbagai program prioritas pertanian yang dijalankan pemerintah secara langsung mendorong permintaan alat berat di dalam negeri.

Menurut Dwi, kegiatan pengembangan lahan pertanian seperti pencetakan sawah baru, perluasan perkebunan tebu, dan ekspansi kelapa sawit menjadi motor penggerak kebutuhan alat berat. Ketiga jenis kegiatan itu, kata dia, membutuhkan mesin-mesin besar dalam jumlah signifikan. Sektor agro pun kini menjadi penyumbang terbesar pendapatan Hexindo, yakni sekitar 37 persen, melampaui sektor konstruksi yang berkontribusi sekitar 29 persen. Sisanya berasal dari sektor kehutanan dan pertambangan.

Prospek sektor agro dinilai masih kuat dan mendukung kelangsungan investasi alat berat ke depan. Di sisi lain, sektor kehutanan juga mulai menunjukkan geliat dengan melakukan peremajaan unit yang telah beroperasi lebih dari lima tahun, sehingga turut membuka peluang tambahan bagi pasar alat berat.

Di tengah tren positif ini, Dwi mencatat pergeseran perilaku pelaku industri dalam memilih alat berat. Kekuatan mesin bukan lagi satu-satunya pertimbangan. Kemudahan perawatan, efisiensi biaya operasional, dan kepastian layanan purna jual kini menjadi faktor yang semakin diperhitungkan. Merespons perubahan ini, Hexindo memperkenalkan empat model alat berat baru dari lini WIXIM Supported by LANDCROS, terdiri dari dua varian Wheel Loader — WZW140B-G dan WZW220B-G — serta dua varian Bulldozer, yakni WZD170B-G dan WZD250B-F. Keempat model itu dirancang untuk mendukung berbagai sektor prioritas, mulai dari pertambangan, perkebunan, konstruksi, hingga kehutanan.

Dari sisi makro, sektor pertanian memang tengah berada dalam posisi strategis. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertanian menyumbang 12,67 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada kuartal I 2026, menempatkannya di urutan ketiga setelah industri pengolahan (19,07 persen) dan perdagangan (13,28 persen), serta di atas konstruksi (9,81 persen) dan pertambangan (8,69 persen).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut capaian itu sebagai bukti bahwa pertanian kini bukan sekadar penyangga, melainkan telah berkembang menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas data BPS yang menempatkan pertanian dalam jajaran lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB. Amran menegaskan peran sektor ini semakin krusial, terutama ketika berbagai sektor lain menghadapi tekanan ekonomi, baik dari dalam negeri maupun dari dinamika global.

Tag: alat berat, swasembada pangan, pertanian, Hexindo, PDB pertanian