Stok Beras Premium Nasional Disebut Aman, Harga Sedikit di Atas HET
2026-07-28 06:03 WIB · aindari · 👁 1,1rb dibaca

Bapanas memastikan beras premium tidak langka meski sejumlah gerai ritel kosong, sementara harga rata-rata nasional tercatat Rp15.966 per kilogram hingga pekan ketiga Juli 2026.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan kondisi beras premium di pasaran masih terkendali, meskipun beberapa gerai ritel modern dilaporkan kehabisan stok. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa kekosongan di sebagian ritel tidak mencerminkan kelangkaan secara menyeluruh karena sebagian besar gerai lain masih menyediakan produk tersebut.
Menurut Ketut, produk beras premium dari perusahaan pelat merah seperti Bulog dan ID Food masih tersedia di pasaran dengan berbagai merek. Pemerintah berkomitmen terus menyalurkan pasokan ke jalur distribusi ritel modern agar ketersediaan tetap terjaga. Ia mengakui ada fluktuasi harga, namun menyebut pergerakannya masih berada dalam kisaran yang tidak jauh dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Data pemantauan Bapanas menunjukkan rata-rata harga beras premium secara nasional hingga pekan ketiga Juli 2026 berada di angka Rp15.966 per kilogram. Angka itu merupakan rata-rata dari tiga zona HET yang berlaku. Di Zona I — mencakup Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi — harga rata-rata tercatat Rp15.224 per kilogram per 24 Juli, atau sekitar 2,17 persen di atas HET zona tersebut sebesar Rp14.900 per kilogram. Pemerintah menilai selisih itu masih dalam batas yang wajar dan relatif stabil.
Untuk melindungi kelompok masyarakat berpendapatan rendah dari tekanan harga, Bapanas menjalankan dua program intervensi utama: bantuan pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras. Sejak Januari 2026, total Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang telah disalurkan mencapai 1,4 juta ton. Rinciannya meliputi penjualan SPHP periode Januari–Februari sebanyak 221,05 ribu ton sebagai perpanjangan program tahun 2025, penjualan SPHP Maret–Juli sebesar 520,83 ribu ton, serta realisasi bantuan pangan tahap pertama sebanyak 662,88 ribu ton.
Di sisi stok nasional, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut cadangan beras nasional hingga pekan ketiga Juli 2026 mencapai 5,2 juta ton — angka yang diklaim sebagai rekor tertinggi. Kapasitas penyimpanan terdiri dari gudang reguler berkapasitas 3 juta ton ditambah gudang sewa 2,3 juta ton. Amran mengaitkan melimpahnya stok ini dengan keberhasilan swasembada beras pada 2025.
Pemerintah juga mengaktifkan pengawasan lapangan melalui Satgas Pangan Polri untuk memantau distribusi dan kondisi pasar secara rutin. Amran memperingatkan seluruh pelaku usaha perberasan agar tidak memanipulasi harga, dengan ancaman tindakan tegas bagi yang melanggar. Bapanas turut mengajak masyarakat memperhatikan kondisi di sektor hulu, termasuk situasi petani padi dalam negeri, agar penilaian terhadap kondisi perberasan nasional lebih menyeluruh.
Tag: beras premium, Bapanas, stabilisasi harga pangan, cadangan beras, SPHP