Kementan Libatkan Unesa untuk Dorong Benih Kedelai Berdaya Hasil Tinggi
2026-07-28 06:06 WIB · aindari · 👁 930 dibaca

Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya untuk mengembangkan benih kedelai unggul sebagai bagian dari upaya mempercepat swasembada dan menekan ketergantungan impor.
Kementerian Pertanian menggandeng Universitas Negeri Surabaya dalam pengembangan benih kedelai unggul yang ditargetkan memiliki produktivitas tinggi. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat jalan menuju swasembada kedelai nasional sekaligus mengurangi kebutuhan impor komoditas tersebut.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan dorongan itu dalam audiensi terbatas bersama jajaran Unesa di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin. Dalam pertemuan tersebut, Unesa diminta mengambil peran riset untuk menghasilkan varietas kedelai yang mampu memberi hasil lebih besar bagi petani. Target yang dibidik Kementan melalui kolaborasi ini ialah produktivitas sekitar 5-6 ton per hektare.
Amran menilai peningkatan produksi kedelai tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Menurut dia, perguruan tinggi perlu menjadi sumber inovasi, sementara TNI dan Polri dapat membantu pendampingan di lapangan. Petani tetap ditempatkan sebagai pelaku utama dalam pelaksanaan program. Jika hasil penelitian terbukti baik di lahan, Kementan menyatakan siap membantu perluasan pengembangannya secara nasional.
Wakil Rektor IV Unesa Dwi Cahyo Kartiko menyatakan kampusnya siap mendukung pengembangan benih kedelai unggul sesuai target produktivitas yang diharapkan pemerintah. Unesa juga menyatakan kesiapan untuk mengawal penerapan benih tersebut bila riset berhasil, agar hasilnya dapat dimanfaatkan petani di berbagai wilayah.
Pengembangan awal benih kedelai dengan target 5-6 ton per hektare dirancang pada lahan seluas 56 hektare. Lahan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh model pengembangan kedelai nasional yang dapat ditiru di daerah lain. Selain itu, kemitraan juga berlanjut dengan Yonif TP 932 Sunan Bonang Tuban, yang telah menyiapkan sekitar 600 hektare lahan untuk pengembangan kedelai.
Dwi menjelaskan, Unesa sebelumnya telah terlibat dalam program ketahanan pangan, termasuk pendampingan pengembangan jagung bersama Polda Jawa Timur selama tiga bulan dengan hasil yang dinilai positif. Meski Fakultas Ketahanan Pangan Unesa baru berdiri pada 2025, kampus tersebut disebut mampu memberikan pendampingan dalam program strategis pangan.
Tantangan utama dalam program ini ialah menyediakan benih unggul yang mampu memenuhi sasaran produktivitas tinggi. Karena itu, Unesa memperkuat koordinasi dengan Kementan agar penyediaan benih dan pelaksanaan kemitraan di Tuban berjalan sesuai target. Di luar kedelai, Unesa juga memperluas riset ketahanan pangan untuk mendukung inovasi pertanian yang berkelanjutan.
Tag: kedelai, benih unggul, Kementerian Pertanian, Unesa, swasembada pangan