RI-Australia Sepakat Jadikan Dadahup Percontohan Pertanian Rawa Modern
2026-07-28 17:04 WIB · aindari · 👁 1,1rb dibaca

Indonesia dan Australia memperkuat kerja sama pengembangan sistem irigasi modern di kawasan cetak sawah Dadahup, Kalimantan Tengah, dengan lima langkah strategis yang disepakati dalam pertemuan bilateral.
Kawasan cetak sawah Dadahup di Kalimantan Tengah kini menjadi titik fokus kerja sama pertanian antara Indonesia dan Australia. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bertemu dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, untuk mempertegas kolaborasi kedua negara dalam pengembangan sistem irigasi dan tata kelola air modern di kawasan tersebut.
Pertemuan bilateral itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan tenaga ahli Australia ke Dadahup pada April 2026. Melalui program Australian Water Partnership (AWP), para ahli Australia telah menyelesaikan kajian lapangan dan menyerahkan laporan akhir kepada Menteri Pertanian sebagai pijakan penyusunan langkah pengembangan selanjutnya. Kajian tersebut memperkuat penilaian bahwa Dadahup berpotensi besar menjadi model pertanian lahan rawa modern di Indonesia, sekaligus sejalan dengan target pemerintah dalam mempercepat pencapaian Indeks Pertanaman 300.
Untuk mengakselerasi rekomendasi para ahli itu, Indonesia mendorong lima langkah strategis. Pertama, pembentukan Joint Technical Working Group. Kedua, penyusunan Integrated Water Management Masterplan and Roadmap khusus Dadahup. Ketiga, penguatan tata kelola air yang berbasis pada petani. Keempat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui teknologi digital seperti telemetry, remote sensing, dan decision support system. Kelima, pengembangan Dadahup sebagai Indonesia–Australia Demonstration Project sekaligus laboratorium hidup pertanian rawa modern.
Di luar agenda Dadahup, pertemuan itu juga membahas penguatan perdagangan pertanian bilateral. Menteri Amran secara khusus meminta Australia menjaga ketersediaan pasokan sapi hidup ke Indonesia guna mendukung kebutuhan pangan nasional. Kedua pihak pun sepakat memperluas kerja sama ke ranah investasi, riset, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta sektor pupuk demi mendorong pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Duta Besar Brazier menyatakan Australia siap menindaklanjuti seluruh hasil pembahasan tersebut. Ia juga berharap proses perizinan impor antara kedua negara dapat berjalan lebih lancar sehingga perdagangan pertanian menjadi lebih efisien dan saling menguntungkan. Berdasarkan data 2025, total perdagangan sektor pertanian Indonesia-Australia mencapai sekitar 3,2 miliar dolar AS. Ekspor pertanian Indonesia ke Australia tercatat sekitar 203 juta dolar AS, sementara impor dari Australia jauh lebih besar, yakni sekitar 3 miliar dolar AS — sebuah kesenjangan yang menjadi salah satu latar belakang dorongan untuk memperluas kerja sama secara lebih seimbang.
Tag: pertanian, Dadahup, Indonesia-Australia, irigasi modern, ketahanan pangan