Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Lewat Panggung Musik, Indonesia dan Maroko Pererat Ikatan Budaya yang Berusia Tujuh Dekade

2026-07-29 06:13 WIB · aindari · 👁 370 dibaca

Pertunjukan seni musik bertema 'Menjembatani Peradaban Maroko-Indonesia' di Jakarta menjadi wujud nyata diplomasi budaya kedua negara yang telah menjalin hubungan selama 70 tahun.

Jakarta menjadi panggung diplomasi budaya antara Indonesia dan Maroko pada Selasa malam (28/7), ketika kedua negara menggelar pertunjukan seni musik bersama bertema 'Menjembatani Peradaban Maroko-Indonesia'. Acara yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Promosi Kebudayaan ini menampilkan dua kelompok seni, yakni Muara Performing Arts dari Indonesia dan Melodies of Andalus dari Maroko.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyebut pertunjukan ini sebagai cerminan persahabatan panjang kedua bangsa yang terus tumbuh melalui kekuatan budaya. Ia menegaskan bahwa seni merupakan bahasa universal yang sanggup menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang dan melampaui batas-batas geografis maupun perbedaan budaya.

Fadli mengingatkan bahwa akar hubungan Indonesia dan Maroko terbentang jauh ke masa lampau, setidaknya sejak abad ke-14. Kala itu, penjelajah asal Maroko bernama Ibnu Batutah singgah di Kerajaan Samudera Pasai di Aceh. Catatan perjalanannya kemudian menjadi salah satu medium yang memperkenalkan Nusantara kepada dunia Islam dan komunitas internasional melalui berbagai karya tulis sejarah.

Hubungan diplomatik formal kedua negara sendiri telah berlangsung selama 70 tahun dan terus berkembang dalam berbagai bidang kerja sama, termasuk di forum-forum internasional. Menurut Fadli, Indonesia dan Maroko secara konsisten mengedepankan nilai moderasi, toleransi, serta penghargaan terhadap keberagaman. Ia menekankan bahwa ikatan kedua bangsa tidak semata dibangun lewat jalur antarpemerintah, melainkan juga melalui pertukaran ilmu, nilai-nilai spiritual yang dimiliki bersama, dan tradisi budaya yang diwariskan lintas generasi.

Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, senada dengan pandangan tersebut. Ia menyebut hubungan kedua negara dilandasi kepercayaan dan saling menghormati, serta didorong oleh visi bersama antara Raja Mohammed VI dan Presiden Prabowo Subianto. Houssaini menegaskan bahwa kerja sama yang dibangun mencakup diplomasi budaya, diplomasi ekonomi, dan yang paling utama, hubungan langsung antarmasyarakat kedua negara.

Kolaborasi seni ini diharapkan menjadi salah satu pijakan untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Maroko ke depan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing kepada publik yang lebih luas.

Tag: Indonesia, Maroko, diplomasi budaya, seni musik, hubungan bilateral