Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Iran Ancam Blokir Selat Hormuz bagi Pendukung Rencana Trump Gunakan Aset Beku Teheran

2026-07-29 17:01 WIB · aindari · 👁 664 dibaca

Militer Iran menegaskan kapal dari negara atau perusahaan yang mendukung usulan Trump soal aset beku Iran tidak akan diizinkan melintas Selat Hormuz.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah militer Iran mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara maupun perusahaan yang berpihak pada rencana Presiden AS Donald Trump untuk memanfaatkan aset Iran yang dibekukan. Juru Bicara Markas Pusat Komando Militer Iran Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan memberi izin lintas Selat Hormuz kepada kapal-kapal dari pihak yang mendukung usulan tersebut. Pernyataan itu dikutip televisi nasional IRIB pada Selasa, 28 Juli.

Peringatan ini muncul menyusul pernyataan Trump pekan sebelumnya yang menyebut AS dapat menggunakan aset-aset Iran yang berada di bawah penguasaannya untuk membayar ganti rugi atas kerusakan kapal dan muatan yang terdampak blokade AS di Selat Hormuz. Langkah tersebut langsung memicu reaksi keras dari Teheran.

Konflik antara kedua negara sebenarnya sempat mereda. Pada 18 Juni lalu, AS dan Iran menandatangani memorandum perdamaian guna mengakhiri pertikaian yang telah berlangsung sejak 28 Februari. Namun gencatan senjata itu tidak bertahan lama — pasukan AS kembali melancarkan serangan ke Iran mulai 8 Juli. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut serangan itu sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz. Iran pun membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Eskalasi berlanjut ketika pada 12 Juli Iran secara resmi mengumumkan penutupan Selat Hormuz sampai campur tangan AS di kawasan itu berakhir. Sehari kemudian, Trump merespons dengan menyatakan AS akan bertindak sebagai "pelindung" Selat Hormuz sekaligus mengumumkan dimulainya kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, dan menjadi rute utama pengiriman minyak mentah dari kawasan Teluk ke pasar global. Ancaman penutupan jalur ini berpotensi menimbulkan gangguan serius pada rantai pasokan energi dunia dan memperburuk sentimen pasar komoditas internasional.

Konflik yang terus berulang ini menunjukkan bahwa memorandum perdamaian Juni lalu belum mampu meredam ketegangan secara permanen. Dengan Iran kini secara eksplisit mengaitkan akses Selat Hormuz pada sikap negara-negara lain terhadap kebijakan aset beku, tekanan diplomatik terhadap sekutu-sekutu AS di kawasan maupun di luar kawasan berpotensi semakin menguat.

Tag: Iran, Selat Hormuz, Donald Trump, aset beku, konflik AS-Iran