Belut Sawah Kalsel Tembus Pasar China Berkat Pengakuan Sertifikasi Mutu KKP
2026-07-29 17:01 WIB · aindari · 👁 761 dibaca

Ekspor belut sawah asal Kalimantan Selatan ke China mencapai 170 ton senilai Rp3,5 miliar sepanjang 2025, didukung pengakuan sistem sertifikasi perikanan Indonesia oleh otoritas bea cukai China.
Belut sawah asal Kalimantan Selatan kini berhasil menembus pasar China setelah otoritas kepabeanan negara tersebut mengakui sistem sertifikasi mutu perikanan yang diterapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia. Pengakuan ini menjadi pintu masuk bagi komoditas perikanan daerah untuk bersaing di pasar internasional.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini, menjelaskan bahwa belut sawah berspesies Monopterus albus dari Kalsel dapat diterima di pasar China karena telah memenuhi dua persyaratan mutu utama: Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Kedua sertifikasi itu kini diakui setara dengan standar yang berlaku di China.
Pengakuan tersebut merupakan buah dari perjanjian bilateral Mutual Recognition Arrangement (MRA) antara KKP dan General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC). Melalui kesepakatan ini, produk perikanan Indonesia yang telah mengantongi SKP dan HACCP mendapat jaminan keamanan dan kualitas yang diakui langsung oleh pihak China, sehingga proses penerimaan ekspor menjadi lebih lancar.
Selain aspek sertifikasi, belut sawah Kalsel juga dinilai telah memenuhi standar pengolahan yang mencakup prinsip sanitasi, higiene, dan keamanan pangan di seluruh rantai produksi. Ekspor komoditas ini dilakukan oleh dua Unit Pengolahan Ikan (UPI) bersertifikat HACCP yang sudah terdaftar di GACC. Sepanjang 2025, total ekspor belut sawah — baik dalam kondisi hidup maupun beku — tercatat sebesar 170 ton dengan nilai Rp3,5 miliar.
Di tingkat daerah, Balai Mutu Perikanan Banjarbaru terus menjalankan pengawasan ketat melalui inspeksi, monitoring, surveilans, dan pengujian laboratorium. Kepala Balai, Yuni Irawati Wijaya, menyatakan pihaknya siap mendampingi pelaku usaha yang ingin naik kelas menjadi eksportir, baik untuk belut maupun komoditas perikanan lainnya.
China sendiri merupakan salah satu pasar ekspor perikanan terbesar bagi Indonesia. Data KKP mencatat, pada 2025 total ekspor hasil perikanan Indonesia ke China mencapai 491.528 ton senilai 1,04 miliar dolar AS atau sekitar Rp17,46 triliun. Komoditas unggulan yang diekspor meliputi cumi-cumi, rumput laut, ikan layur, udang vaname, sotong, cakalang, dan berbagai jenis ikan lainnya. Keberhasilan belut sawah Kalsel menembus pasar ini menunjukkan bahwa komoditas lokal bernilai ekspor tinggi masih terbuka lebar, asalkan memenuhi standar mutu internasional yang dipersyaratkan.
Tag: belut sawah, ekspor perikanan, Kalimantan Selatan, sertifikasi HACCP, pasar China